Bencana Alam dan Insiden Kebakaran Terus Terjadi di Tiongkok, Mulai dari Badai Debu Hingga Banjir

erabaru.net
8 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Belakangan ini, berbagai bencana alam dan insiden kebakaran terus terjadi di Tiongkok, sementara cuaca ekstrem muncul semakin sering.

Pada 31 Mei sore, Kota Harbin di Provinsi Heilongjiang dilanda badai debu yang tergolong langka. Menurut laporan yang beredar, peristiwa tersebut menyebabkan korban jiwa dan kerusakan di berbagai lokasi.

Pada dini hari yang sama, sejumlah wilayah di Kota Dongguan mengalami banjir perkotaan, mengakibatkan banyak rumah dan kendaraan terendam air. Sementara itu, pada 31 Mei pagi, kebakaran di Pasar Tekstil Changjiang di Guangzhou yang sebelumnya telah dipadamkan selama dua hari dilaporkan kembali menyala.

Harbin Diterjang Angin Kencang dan Badai Debu

Sekitar seminggu sebelumnya, tornado telah melanda Kabupaten Mingshui, Kota Suihua, Provinsi Heilongjiang, merusak banyak rumah, lahan pertanian, dan pepohonan.

Pada 31 Mei sore, Harbin kembali menghadapi cuaca ekstrem berupa angin berkekuatan tingkat 12 dan badai debu.

Video yang beredar di internet menunjukkan dinding debu setinggi puluhan meter menutupi langit. Angin kencang menumbangkan pohon, merusak kendaraan, menerbangkan papan reklame, kabel listrik, kios pinggir jalan, atap rumah, balkon, dan jendela, serta memicu beberapa kebakaran.

Atap Stadion Pusat Pameran dan Konvensi Internasional Harbin juga dilaporkan terangkat akibat angin, menyebabkan kerusakan fasilitas dan pembatalan konser yang dijadwalkan berlangsung malam itu.

Beberapa pengguna media sosial setempat mengklaim adanya korban jiwa. Salah satu unggahan menyebut seorang gadis meninggal di tepi sungai, sementara unggahan lain menyebut seorang pria meninggal di Distrik Beilin, Kota Suihua.

“Kejadiannya sekitar pukul enam lewat. Angin bertiup selama belasan menit. Banyak cabang pohon patah, bahkan ada pohon yang tercabut sampai ke akar. Beberapa wilayah mengalami kerusakan, kabel listrik putus dan terjadi pemadaman. Saya tidak bisa tidur karena anginnya sangat besar. Saya bahkan tidak berani berada di dalam mobil. Hari ini saya hampir tertimpa benda yang diterbangkan angin. Saat angin kencang datang, semua orang langsung mencari tempat berlindung,” ujar seorang warga Harbin bermarga Wang. 

Banjir Merendam Sejumlah Wilayah di Dongguan

Dalam beberapa waktu terakhir, berbagai daerah di Provinsi Guangdong mengalami hujan lebat hingga hujan sangat lebat.

Pada dini hari 31 Mei, sejumlah kota kecil seperti Liaobu dan Changping di Dongguan mengalami genangan air yang cukup parah. Banyak rumah dan kendaraan terendam.

Menurut laporan, pelepasan air dari Sungai Dongjiang, Sungai Shima, dan beberapa waduk di sekitarnya sering kali memperburuk banjir yang hampir terjadi setiap tahun.

Seorang warga Liaobu bermarga Chen mengungkapkan bahwa puluhan kendaraan di jalan tempat tinggalnya terendam, termasuk sejumlah mobil mewah.

Ia mengatakan:”Airnya cukup dalam, bahkan tempat tidur kami ikut terendam. Banyak orang tidak bisa tidur. Air sudah melewati ban mobil. Alarm kendaraan berbunyi di mana-mana karena terendam. Ada lebih dari 30 mobil yang terkena banjir. Banyak yang rusak dan tidak bisa dinyalakan lagi. Kalau dipaksa dihidupkan, mesin bisa rusak. Akhirnya harus dipanggil mobil derek.”

Kebakaran Pasar Tekstil Guangzhou Kembali Menyala

Kawasan perdagangan tekstil Zhongda di Distrik Haizhu, Guangzhou, juga mengalami masalah serius.

Pasar Tekstil Changjiang (China) terbakar pada dini hari 25 Mei. Karena gudang di lantai bawah tanah menyimpan banyak kain yang mudah terbakar, api baru berhasil dipadamkan pada 27 Mei.

Namun setelah hujan turun pada 30 Mei dan sebagian kendaraan pemadam meninggalkan lokasi, api kembali muncul pada pukul 06.00 pagi tanggal 31 Mei. Asap hitam tebal kembali membumbung dari area tersebut.

Seorang pemilik toko bermarga Cheng mengatakan:”Api sebenarnya sudah padam, tetapi pagi ini menyala lagi. Penduduk sekitar mengatakan mereka terbangun karena asap yang menyengat. Jalan-jalan di sekitar lokasi ditutup. Padahal hari Minggu biasanya kami sudah menjadwalkan banyak pertemuan dengan pelanggan, tetapi semuanya terpaksa dibatalkan karena kendaraan tidak bisa masuk. Di bawah masih penuh mobil pemadam yang terus menyemprotkan air. Untung lokasinya dekat Sungai Zhujiang, sehingga air sungai bisa digunakan untuk pemadaman.”

Kebakaran Juga Terjadi di Hunan dan Hebei

Selain Harbin, Dongguan, dan Guangzhou, insiden kebakaran juga dilaporkan terjadi di beberapa daerah lain.

Pada pagi hari 31 Mei, sebuah pabrik taplak meja di Shuangquanpu, Kota Shaodong, Provinsi Hunan, dilaporkan terbakar.

Kemudian sekitar pukul 22.00 malam  yang sama, hasil panen yang baru saja dipanen dan ditumpuk di tepi jalan di Komunitas Jiangzhuang, Kabupaten Wei, Kota Handan, Provinsi Hebei, dilaporkan terbakar akibat dugaan tindakan pembakaran yang disengaja.

Laporan oleh Xiong Bin dan Bai Ni, wartawan NTD Television.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Cari Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Pejabat Imigrasi Jakbar
• 7 jam laludetik.com
thumb
Dedi Mulyadi Janjikan Rp2 Miliar Jika Persib Pertahankan Gelar Musim Depan
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
BPS: 1,25 Juta Turis Asing Serbu RI pada April, WNI Liburan ke Luar Negeri Turun
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Wakil Bupati PALI Ditangkap Kejati Sumsel, Diduga Terima Gratifikasi Proyek Pembangunan
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Menteri Imipas dan Dirjen Imigrasi Kompak Tak Tahu Keberadaan Wamen Silmy Karim
• 5 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.