HARIAN.FAJAR.CO,ID, MAKASSAR – Mahasiswa Program Studi Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ciputra Makassar melaksanakan kegiatan pendampingan bertajuk “Sistem Pencatatan Keuangan Digital untuk Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Keuangan Han’s Recipe Makassar” pada Jumat, 29 Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan luaran Action Learning Project (ALP) Mata Kuliah Cost Accounting yang dilaksanakan di Han’s Recipe Makassar, beralamat di Jalan Sembilan No. 17 B, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.
Kegiatan tersebut bertujuan membantu pelaku UMKM mengoptimalkan pengelolaan keuangan melalui penerapan sistem pencatatan keuangan digital yang lebih terstruktur, akurat, dan efisien. Pendampingan dilakukan oleh mahasiswa STIE Ciputra Makassar yang terdiri atas Catherina Jennifer Ho (Ketua Tim), Chelsea Isabel Hartanto, Deline Kustio, Kellen Feivel Wijaya, dan Lavinia Dewi Prawina Ruslim di bawah bimbingan Dosen Pengampu Mata Kuliah Cost Accounting, Dr. St. Salmah Sharon, SE., M.Si., Ak., CA., CSRS., CSRA.
Dalam kegiatan tersebut, tim mahasiswa melakukan identifikasi sistem pencatatan keuangan yang selama ini diterapkan oleh UMKM, memberikan edukasi mengenai digitalisasi transaksi usaha, penyusunan laporan keuangan sederhana, pengelolaan arus kas, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai alat bantu pengambilan keputusan bisnis.
Dosen Pengampu Mata Kuliah Cost Accounting, Dr. St. Salmah Sharon, SE., M.Si., Ak., CA., CSRS., CSRA., menjelaskan bahwa digitalisasi pencatatan keuangan merupakan salah satu langkah strategis yang perlu dilakukan UMKM untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan usaha.
“Pencatatan keuangan yang dilakukan secara digital tidak hanya meningkatkan efisiensi administrasi, tetapi juga menghasilkan informasi keuangan yang lebih akurat, cepat, dan mudah diakses. Informasi tersebut sangat penting dalam membantu pelaku usaha melakukan perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan yang tepat. UMKM yang memiliki sistem keuangan yang tertata dengan baik akan lebih siap menghadapi tantangan bisnis dan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara berkelanjutan,” ungkap Dr. Salmah Sharon.
Beliau juga menambahkan bahwa penguasaan teknologi digital dalam bidang keuangan menjadi kebutuhan penting bagi UMKM di era transformasi digital saat ini.
Ketua tim mahasiswa, Catherina Jennifer Ho, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan solusi yang mudah diterapkan oleh pelaku usaha dalam aktivitas operasional sehari-hari.
“Kami berupaya memperkenalkan sistem pencatatan keuangan digital yang sederhana namun efektif sehingga dapat membantu pemilik usaha memantau transaksi, arus kas, dan kondisi keuangan usaha secara lebih terstruktur,” ujarnya.
Chelsea Isabel Hartanto menyoroti manfaat digitalisasi dalam meningkatkan akurasi pencatatan transaksi.
“Dengan pencatatan yang terdokumentasi secara digital, risiko kesalahan pencatatan dapat diminimalkan dan data keuangan menjadi lebih mudah ditelusuri ketika diperlukan,” jelas Chelsea.
Sementara itu, Deline Kustio menjelaskan bahwa laporan keuangan yang tersusun dengan baik akan membantu pelaku usaha memahami perkembangan bisnisnya.
“Laporan keuangan yang akurat memberikan gambaran mengenai pendapatan, biaya, dan keuntungan usaha sehingga pemilik dapat melakukan evaluasi dan menyusun strategi pengembangan usaha secara lebih efektif,” katanya.
Kellen Feivel Wijaya menambahkan bahwa sistem keuangan digital juga mendukung efisiensi waktu dalam proses administrasi usaha.
“Pemilik usaha dapat menghemat waktu dalam proses pencatatan dan lebih fokus pada kegiatan operasional maupun pengembangan bisnis,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Lavinia Dewi Prawina Ruslim menegaskan bahwa digitalisasi keuangan merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan usaha.
“Semakin baik sistem pengelolaan keuangan yang dimiliki UMKM, maka semakin besar pula peluang usaha untuk tumbuh, memperoleh kepercayaan pelanggan, dan mengakses berbagai peluang pengembangan usaha di masa depan,” tuturnya.
Owner Han’s Recipe Makassar, Lusiana Gozali, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa STIE Ciputra Makassar.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami karena memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya pencatatan keuangan yang terstruktur dan berbasis digital. Selama ini pencatatan dilakukan secara sederhana, sehingga terkadang sulit melakukan evaluasi usaha secara menyeluruh. Melalui pendampingan ini, kami memperoleh wawasan yang dapat membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan dan mendukung pengembangan usaha Han’s Recipe ke depannya,” ungkap Lusiana Gozali.
Melalui kegiatan ini, STIE Ciputra Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Pendampingan sistem pencatatan keuangan digital diharapkan dapat membantu UMKM meningkatkan kualitas tata kelola keuangan, memperkuat pengambilan keputusan bisnis, serta menciptakan usaha yang lebih adaptif dan berkelanjutan di era digital. (*)





