Berikan Pendanaan ke 72 Tim Siswa, Ini Cara East Ventures Dorong Ekosistem Startup Muda di Singapura

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Singapora: Program “My First $1000” memberikan pandanaan kepada 72 tim siswa. Program yang diinisiasi oleh East Ventures ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem startup di Singapura dengan menumbuhkan budaya kewirausahaan sejak usia sekolah.
 
Program yang dimulai pada Februari 2026 tersebut resmi mencapai puncaknya melalui Showcase Day yang digelar pada 30 Mei 2026 di SCAPE, Singapura.  Kegiatan ini menutup rangkaian delapan minggu pembelajaran kewirausahaan yang dirancang untuk mendorong pelajar membangun dan menjalankan ide bisnis secara langsung, dengan penekanan pada integritas, rasa kepemilikan, serta akuntabilitas.
  Baca juga: MDI Ventures Petakan Jalur Ekonomi Digital Inklusif dengan AI, Investasi Berdampak, dan Ketahanan Siber di Indonesia  
Acara Showcase Day mempertemukan para peserta terpilih untuk memamerkan produk dan model bisnis mereka melalui pameran stan, gallery walk, hingga sesi presentasi di depan publik..
Dalam sesi penutupan, sejumlah penghargaan diberikan kepada tim peserta yang menunjukkan capaian terbaik di berbagai kategori. Selain itu, peserta juga menerima pencairan hibah padanan (matching grants) sebagai bentuk dukungan pengembangan usaha mereka.
 
Beragam kategori penghargaan diberikan, mulai dari tim dengan pendapatan tertinggi hingga inovasi paling inspiratif. Di antaranya, Drummer Dreammaker meraih penghargaan pendapatan tertinggi berkat layanan kursus drum dan penyewaan ruang latihan yang mereka kembangkan. Sementara itu, Brandy Club dinobatkan sebagai The Carousell Hustler Award atas performa penjualan tertinggi di platform Carousell melalui produk fesyen kurasi.

Kategori The Apprentice Award diberikan kepada Sweet Gains yang mengembangkan produk dessert tinggi protein sekaligus aktif memanfaatkan bimbingan mentor. Penghargaan The Booth Champion diraih Bucha Scoops yang konsisten menjalankan penjualan sorbet kombucha selama empat hari pameran.
 
Di sisi lain, Brewed By Davine menerima The Influencer Award berkat keberhasilan membangun komunitas digital dengan lebih dari 3.500 pengikut melalui strategi media sosial yang kuat. 
Adapun 3Ds, tim yang fokus pada layanan pencetakan 3D dan penjualan kembali suku cadang komputer, meraih The Budding Star Award, dengan salah satu anggotanya masih berusia 13 tahun.
 
Untuk kategori keberlanjutan, Revive Tech dianugerahi The Eco Champion atas kontribusinya dalam layanan perbaikan dan penjualan laptop rekondisi guna mengurangi limbah elektronik. 
 
Sementara itu, Kampong Keepsakes mendapatkan The Grit Award setelah menunjukkan ketangguhan dengan melakukan pivot produk dalam waktu singkat setelah eksperimen awal tidak berhasil. Penghargaan pilihan audiens (Audience Choice Award) jatuh kepada BloomBallSG yang bergerak di bidang dekorasi dan rangkaian balon.
 
Co-Founder and Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca, mengatakan program ini dirancang sebagai ruang belajar langsung bagi generasi muda untuk memahami dunia kewirausahaan secara praktis. Ia menilai, seluruh peserta telah berhasil keluar dari zona nyaman mereka dan mengalami langsung proses membangun bisnis, mulai dari pengambilan risiko hingga eksekusi ide di lapangan.
 
“Program My First $1000 dibangun atas keyakinan bahwa cara terbaik belajar entrepreneurship adalah dengan praktik langsung. Para siswa telah menunjukkan keberanian untuk mencoba, gagal, dan mencoba lagi. Ini menjadi bukti bahwa Singapura memiliki fondasi kuat untuk melahirkan generasi entrepreneur masa depan,” ujar Willson.
 
Salah satu peserta, Avin Taishiran Teo dari tim Wuna, mengungkapkan pengalaman mengikuti program ini memberikan pelajaran penting tentang proses iterasi dalam bisnis. Wuna mengembangkan perangkat wearable yang dirancang untuk membantu meredakan nyeri menstruasi. Menurut Avin, pengalaman menjual produk pertama kepada mentor memberikan kepercayaan diri untuk terus mengembangkan ide tersebut ke tahap berikutnya.
 
Sementara itu, mentor Wuna, Ee Ling Lim, menilai para entrepreneur muda memiliki keunggulan dalam hal ketahanan dan keberanian untuk bereksperimen. Ia menyebut, para siswa tidak terbebani oleh ego kegagalan seperti yang sering terjadi pada pendiri bisnis yang lebih berpengalaman, sehingga lebih cepat beradaptasi terhadap feedback dan perubahan arah bisnis.
 
Program ini juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra strategis, termasuk Temasek Foundation, Golden Agri-Resources, Enterprise Singapore, JTC Corporation, ACE.SG, DBS PayLah!, Carousell, hingga berbagai institusi pendidikan dan komunitas startup di Singapura.
 
Melalui program ini, East Ventures berharap ekosistem kewirausahaan di Singapura dapat terus berkembang, sekaligus melahirkan generasi baru pendiri startup yang lebih adaptif, kreatif, dan berani mengambil risiko sejak usia muda.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Rencana Merger KAI dan INKA: Dibidik Rampung November 2026
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
4 Pemain Kelas Dunia yang Layak Menggantikan Kurzawa di Persib, Eks Barcelona hingga Legenda Real Madrid Masuk Daftar
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Menteri PU Pastikan Tol Trans Sumatera Tetap Jalan, Digarap Bertahap
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Purwanto dan Keyakinan bahwa Kebaikan Masih Menjadi Pilar Peradaban
• 11 jam laluerabaru.net
thumb
MPMInsurance Bayarkan Klaim Properti Rp1,2 Miliar
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.