Kuwait City: Kementerian Kesehatan Kuwait pada Rabu, 3 Juni 2026, menyatakan bahwa sedikitnya 63 orang mengalami luka-luka akibat insiden serangan drone Iran di Bandara Internasional Kuwait.
Juru bicara resmi Kementerian Kesehatan Kuwait, Dr. Abdullah Al-Sanad, mengatakan para korban telah dirawat di sejumlah rumah sakit pemerintah.
Menurut Al-Sanad, rumah sakit Farwaniya Hospital menerima 34 korban luka, disusul Jaber Hospital dengan 17 pasien.
Dikutip dari Kuwait Times, lima korban lain dirawat di Jahra Hospital, tiga di Al-Adan Hospital, dua di Al-Amiri Hospital, serta masing-masing satu korban di Al-Sabah Hospital dan Mubarak Al-Kabeer Hospital.
Ia mengatakan tujuh korban telah menjalani operasi besar darurat, selain sejumlah prosedur operasi ringan lainnya.
Tim medis disebut masih memantau pasien dalam kondisi kritis yang membutuhkan perawatan intensif dan penanganan lanjutan.
Al-Sanad menjelaskan distribusi pasien ke berbagai rumah sakit dilakukan sesuai rencana darurat nasional guna memastikan respons medis berjalan efektif dan kapasitas rumah sakit dapat dimanfaatkan secara optimal.
Korban luka terdiri dari warga sipil, pekerja bandara, dan penumpang pesawat.
Jenis luka yang dialami meliputi luka akibat pecahan ledakan, patah tulang, cedera kepala, pendarahan otak, amputasi, hingga gangguan pernapasan akibat menghirup asap.
Menurut Al-Sanad, tim ambulans dan unit gawat darurat langsung dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan insiden.
Petugas medis melakukan triase cepat dan memberikan penanganan awal sebelum korban dipindahkan berdasarkan tingkat prioritas medis.
Kementerian Kesehatan Kuwait juga mengaktifkan protokol darurat nasional, termasuk pengerahan penuh tenaga medis, peningkatan kesiapsiagaan unit gawat darurat dan ICU, serta koordinasi lintas lembaga pemerintah terkait.
Baca juga: Bandara Internasional Kuwait Dihantam Drone Iran, Picu Kerusakan Signifikan




