Debarkasi Surabaya mencatat operasional pemulangan jemaah haji di hari ketiga sudah mencapai 9 persen atau sebanyak 3.791 jemaah dan petugas terdiri dari 10 kloter, Rabu (3/6/2026).
As’adul Anam Ketua PPIH Debarkasi Surabaya mengatakan dari 10 kloter yang sudah tiba. PPIH mencatat tujuh kloter mendarat sesuai jadwal sementara tiga kloter mengalami keterlambatan.
Meski demikian, keterlambatan tersebut tidak mengganggu proses pelayanan jemaah haji setibanya di Asrama Haji Surabaya.
Di tengah kelancaran proses debarkasi, PPIH masih memantau kondisi dua jemaah asal Kabupaten Probolinggo yang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi.
Mereka adalah Abdul Djala (67), jemaah Kloter 1 yang dirawat di RS Al-Noor akibat diabetes, serta Mohammad Dzikri Muiz (65), jamaah Kloter 4 yang dirawat di RS Jeddah karena kanker.
“Kami terus memantau perkembangan kondisi jemaah yang masih dirawat di Arab Saudi melalui koordinasi intensif dengan petugas kesehatan dan perwakilan haji Indonesia,” ujar Anam di Asrama Haji Surabaya.
“Kami berharap seluruh jemaah yang sedang menjalani perawatan segera pulih dan dapat dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan sehat,” sambungnya.
Selain sampai Kloter 10, tercatat sembilan mutasi keluar yang terdiri dari lima jamaah wafat di Arab Saudi, dua jemaah sakit yang masih dirawat di Arab Saudi, serta dua kursi kosong.
Sementara jumlah kursi kosong atau open seat pada fase pemulangan mencapai sembilan kursi.
“Tahun ini, Debarkasi Surabaya melayani pemulangan 44.000 jemaah dan petugas yang tergabung dalam 116 kloter. Dari jumlah tersebut, terdapat 43.237 jemaah, 160 Petugas Haji Daerah, 140 PIH KBIHU, dan 463 petugas kloter,” tandasnya.(wld/iss/rid)




