Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, Purbaya Sebut Banyak Rumor Negatif di Pasar

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar rupiah hingga mendekati level 18.000 per US$ dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi sentimen negatif yang beredar di pasar. Bendahara negara ini mengatakan, pergerakan rupiah tidak terlepas dari berbagai isu dan rumor yang memengaruhi persepsi pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

“Kalau kita lihat kan tiba-tiba aja penguatannya, pelemahannya 1-2 hari ini kan. Karena ada isu macam-macam, ada rumor macam-macam di pasar," kata Purbaya, ditemui di Kompleks Perlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6).

Ia mencontohkan salah satu rumor yang beredar terkait dirinya yang disebut meminta perbankan melakukan stress test dengan asumsi nilai tukar rupiah melemah hingga menembus 18.000 per dolar AS. Purbaya membantah kabar tersebut.

"Ada yang bilang saya suruh perbankan melakukan stress test kalau rupiahnya Rp 18.000 lebih. Padahal saya enggak pernah isu seperti itu. Jadi banyak isu-isu di pasar yang membuat sentimen ke rupiah negatif," katanya.

Meski rupiah berada di dekat level psikologis 18.000 per dolar AS, Purbaya belum melihat perlunya langkah luar biasa dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Purbaya yang juga merupakan Ketua KSSK menegaskan stabilitas nilai tukar merupakan ranah Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter.

“Pertama, itu kan yurisdiksi Bank Sentral untuk menjaga nilai tukar. Itu biar mereka jalan dulu. Nanti kita lakukan rapat berkala secara normal aja,” katanya.

Purbaya menjelaskan koordinasi antarotoritas tetap berjalan melalui rapat deputi KSSK yang dilakukan setiap bulan. Forum tersebut, kata dia, menjadi wadah untuk memantau perkembangan ekonomi dan keuangan serta menyusun langkah antisipatif jika diperlukan.

Namun demikian, ia menegaskan KSSK siap menggelar rapat lebih cepat apabila BI menilai diperlukan adanya koordinasi tambahan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

“Kecuali Bank Sentral minta rapat cepat, ya kita akan rapat cepat,” katanya. 

Di tengah tekanan terhadap rupiah tersebut, Purbaya juga menepis anggapan bahwa pelemahan mata uang domestik dipicu kondisi fiskal pemerintah yang memburuk. Ia mengklaim indikator fiskal justru menunjukkan perbaikan.

Menurut dia, defisit APBN hingga Mei 2026 diperkirakan hanya sekitar 0,7% terhadap produk domestik bruto (PDB). Selain itu, surplus primer kembali mencatatkan angka positif dan penerimaan pajak tumbuh lebih dari 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Jadi reformasi di perpajakan sudah menghasilkan peningkatan pendapatan perpajakan yang amat signifikan. Sehingga anggaran kita amat aman,”kata Purbaya.

Ia menjelaskan fokus pemerintah saat ini adalah menjaga fondasi ekonomi agar tetap kuat. Menurutnya, dalam jangka panjang nilai tukar rupiah akan lebih banyak ditentukan oleh fundamental ekonomi dibandingkan sentimen jangka pendek di pasar keuangan.

“Kewajiban saya adalah menjaga fondasi ekonomi aja. Karena pada akhirnya kita percaya rupiah akan ditentukan oleh fondasi ekonominya,” kata Purbaya. 

Merujuk data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup di level 17,966 pada Rabu (3/6). 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinar Mas Agro (SMAR) Tepis Isu Transfer Pricing, Tegaskan Setiap Transaksi Mengacu Harga Pasar
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Laporan Media: AS Tekan Oman untuk Putuskan Hubungan dengan Iran
• 2 jam laluokezone.com
thumb
BMKG Prediksi Seluruh Jakarta Bakal Cerah Berawan pada Selasa Pagi
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Jadwal SIM Keliling Rabu 3 Juni 2026 di Jakarta, Bogor, Bekasi dan Bandung
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Rudal Iran Gagal Sasar Aset Militer AS di Kuwait dan Bahrain | SAPA MALAM
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.