Jakarta, tvOnenews.com - Tim Nasional atau Timnas Uzbekistan akan mencatat sejarah baru dengan tampil untuk pertama kalinya di putaran final Piala Dunia 2026 setelah melewati kutukan dalam perjalanan panjang yang penuh kegagalan dan kekecewaan.
Negara Asia Tengah pecahan Uni Soviet itu akhirnya memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah tampil konsisten sepanjang babak kualifikasi zona Asia. Hasil imbang tanpa gol melawan Uni Emirat Arab (UEA) di Abu Dhabi pada 5 Juni 2025 menjadi penentu keberhasilan mereka mengakhiri penantian selama hampir tiga dekade.
Keberhasilan tersebut sekaligus menghapus kenangan pahit dari sejumlah kegagalan sebelumnya. Pada kualifikasi Piala Dunia 2006, Uzbekistan tersingkir secara kontroversial setelah pertandingan melawan Bahrain harus diulang akibat kesalahan wasit dan akhirnya kalah melalui aturan gol tandang.
Delapan tahun kemudian, Uzbekistan kembali gagal menembus putaran final setelah kalah adu penalti dari Jordania pada babak penentuan tiket playoff antarbenua.
Kekalahan itu menjadi salah satu momen paling menyakitkan dalam sejarah sepak bola Uzbekistan. Kini, generasi baru White Wolves berhasil melakukan apa yang tidak mampu dicapai para legenda mereka seperti Server Djeparov, Odil Ahmedov, dan Ignatiy Nesterov.
Skuad muda Uzbekistan akan berusaha memberikan kesan pertama yang kuat dalam debut mereka di Piala Dunia 2026. Dalam perjalanan menuju putaran final, Uzbekistan menunjukkan performa impresif sejak putaran kedua kualifikasi Asia.
Mereka lolos ke putaran ketiga setelah meraih empat kemenangan dan dua hasil imbang, termasuk dua kali menahan imbang Iran yang merupakan salah satu kekuatan utama Asia.
Pada putaran ketiga, Uzbekistan mencatat tiga kemenangan dan satu hasil imbang dalam empat laga awal. Satu-satunya kekalahan mereka terjadi saat bertandang ke Qatar dengan skor 2-3. Setelah itu, mereka tidak terkalahkan dalam lima pertandingan berikutnya hingga mengamankan tiket bersejarah ke Piala Dunia 2026.
Salah satu sosok penting dalam keberhasilan tersebut adalah gelandang serang berusia 22 tahun, Abbosbek Fayzullaev. Pemain muda itu beberapa kali tampil sebagai pembeda, termasuk saat mencetak gol kemenangan melawan Korea Utara dan gol penting dalam hasil imbang melawan Iran di Teheran.




