Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku ingin bertemu dengan pimpinan tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Keinginan dari Trump itu disampaikan di tengah kesepakatan damai kedua negara yang tidak kunjung tercapai.
"Saya ingin bertemu dengannya, dan kami mungkin akan bertemu suatu saat nanti, tergantung bagaimana semuanya berjalan," kata Trump kepada podcast 'Pod Force One' New York Post dilansir AFP, Rabu (3/6/2026).
Mojtaba Khamenei disebut terluka akibat serangan gabungan yang dilakukan AS dan Israel pada akhir Februari silam. Serangan itu juga menewaskan ayah dari Mojtaba, Ali Khamenei.
Trump mengatakan pihak AS telah menerima informasi mengenai kondisi terkini dari Mojtaba. Dia menyebut pemimpin tertinggi Iran itu terluka parah.
"Saya tidak mendengar kabar bahwa kondisinya baik," kata Trump.
"Jika Anda percaya cerita-cerita itu, ia kehilangan banyak bagian tubuhnya," imbuhnya.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya telah mengatakan kepada panel Kongres pada hari Selasa (2/6) bahwa Mojtaba Khamenei masih hidup dan semakin aktif.
"Saya pikir ada indikasi di luar sana bahwa dia semakin terlibat pada tingkat tertentu," kata Rubio kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat.
Hubungan AS dan Iran saat ini masih panas usai keduanya terlibat perang bersama Israel. Meski telah menyepakati gencatan senjata sejak 8 April lalu, kedua negara beberapa kali melakukan serangan satu sama lain.
Terbaru, Iran menyerang bandara di Kuwait pada hari ini waktu setempat. Garda Revolusi Iran mengklaim serangan itu sebagai balasan atas serangan AS terhadap kapal tanker minyak dan pulau Iran.
(ygs/rfs)





