Menghidupkan Kembali Rumah Si Pitung, Menjaga Warisan Betawi di Pesisir Jakarta

kompas.com
20 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di ujung pesisir Marunda, Jakarta Utara, sebuah rumah panggung tua masih berdiri tegak menghadapi terpaan angin laut dan ancaman banjir rob yang datang silih berganti.

Bangunan yang dikenal sebagai Rumah Si Pitung itu tak hanya berjuang melawan banjir rob yang semakin intens terjadi di kawasan pesisir, tetapi juga harus menghadapi tantangan besar lain yakni mulai memudarnya ingatan masyarakat terhadap sejarah.

Perkembangan zaman, membuat situs-situs sejarah atau cagar budaya tak lagi diminati sebagai tempat untuk berwisata.

Sebagian besar orang kini lebih senang berwisata ke mal, kafe, alam, tempat rekreasi dan lain sebagainya.

Baca juga: Jejak Panjang Sejarah Rumah Si Pitung, dari Kisah Perampokan hingga Cagar Budaya

Imbasnya, banyak situs-situs sejarah yang sudah tak lagi ramai dikunjungi, termasuk Rumah Si Pitung di Pesisir Marunda.

KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU Bangunan baru yang difungsikan sebagai ruangan interaktif di Rumah Si Pitung. Selasa, (2/6/2026).

Pengamatan Kompas.com di lokasi, Selasa (2/6/2026), hanya ada sekitar dua pengunjung yang sedang berwisata sejarah di Rumah Si Pitung.

Berbagai upaya sudah dilakukan Dinas Kebudayaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk menghidupkan dan melindungi bangunan bersejarah tersebut dari ancaman banjir rob.

Diklaim tak lagi terdampak rob

Kepala Unit Pengelola (UP) Museum Kebaharian Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Mis'Ari, mengeklaim bahwa area dalam kompleks Rumah Si Pitung sudah terbebas dari banjir rob.

"Seperti terlihat, bangunan rumah si Pitung sudah ditinggikan bagian bawahnya sejak tahun 1990-an oleh dinas terkait. Itu antara lain upaya untuk mengatasi rob," ungkap dia ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (2/6/2026).

Baca juga: Melawan Waktu dan Air Laut: Bagaimana Rumah Si Pitung Bertahan di Tengah Penurunan Muka Tanah?

Jika air laut sedang pasang dan tumpah ke daratan, maka yang tergenang merupakan perkampungan sekitar dan akses menuju ke Rumah Si Pitung saja.

Kendati begitu, Mis'ari memastikan bahwa akses yang terendam banjir tersebut masih bisa dilintasi oleh para pengunjung yang ingin berwisata ke Rumah Si Pitung.

Upaya mitigasi rob

Meski genangan air laut tak lagi pernah masuk ke area dalam kompleks Rumah Si Pitung, Dinas Kebudayaan juga selalu melakukan berbagai antisipasi.

Pertama, pemeliharaan saluran air di dalam area cagar budaya tersebut agar ketika air rob masuk tak lama menggenang.

Sementara untuk area luar pagar Rumah Si Pitung, Dinas Kebudayaan telah bekerjasama dengan stakeholder terkait lainnya dan pemangku wilayah agar memastikan saluran air selalu berfungsi baik.

KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU Halaman depan Rumah Si Pitung, Marunda, Jakarta Utara. Selasa, (2/6/2026).

Kemudian, UP Museum Kebaharian Jakarta juga tengah melakukan penelitian terkini terkait fenomena penurunan tanah yang juga menjadi salah satu penyebab banjir rob semakin parah di kawasan pesisir.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Dari Buruh Pabrik Jadi Pengasah Pisau, Jalan Panjang Marno Menjemput Rezeki


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Duga Silmy Karim Terima Uang Pemerasan Sejak Jadi Dirjen Imigrasi
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Air PAM Jakarta Mati 5-6 Juni: Ini Daftar 45 Kelurahan Terdampak dan Jadwal Lengkapnya
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Setelah Degradasi, Persis Solo Mulai Bergerak Sambut Musim Baru: Bentuk Dua Divisi sebagai Fondasi
• 11 jam lalubola.com
thumb
Industri Penerbangan Masuk Fase Stagnasi sejak Pandemi Covid-19
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Komisi IX DPR Dorong BGN Targetkan Zero Accident
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.