Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau pemerintah daerah (pemda) agar tidak menggelar terlalu banyak acara seremonial penyambutan jemaah haji yang baru tiba dari Tanah Suci.
Imbauan ini disampaikan agar para jemaah dapat segera kembali ke rumah, bertemu keluarga, dan beristirahat setelah menjalani perjalanan panjang ibadah haji.
"Mohon dipahami oleh para pejabat di daerah agar tidak terlalu banyak acara-acara seremonial karena jamaah haji kita itu sudah cukup letih, sudah cukup capek, agar kemudian bisa dipercepat untuk kembali ke kediamannya masing-masing," ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Jeddah, Rabu (3/6).
Dahnil menjelaskan, Kemenhaj telah bekerja sama dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di sejumlah bandara. Dengan sistem tersebut, proses pemeriksaan dokumen tidak lagi dilakukan secara manual karena telah menggunakan teknologi pengenalan wajah (face recognition) di gerbang kedatangan.
"Jadi di gerbang itu langsung dikenali wajahnya, tidak ada pemeriksaan-pemeriksaan lagi, langsung menuju bus dan bisa langsung kembali ke debarkasi di asrama haji, kemudian kembali ke rumahnya masing-masing," ucapnya.
Dahnil juga meminta kepala daerah memahami kondisi jemaah yang umumnya dalam keadaan lelah setelah perjalanan panjang dari Arab Saudi ke Indonesia.
"Jadi kami mohon dengan sangat agar tidak ada lagi acara-acara seremonial yang berlebihan, yang memakan waktu dan menyita energi para jemaah haji," tuturnya.
Selain itu, Kemenhaj juga menginstruksikan kepala kantor wilayah (kanwil) Kemenhaj di seluruh provinsi agar tidak menggelar penyambutan dengan pidato-pidato panjang.
"Supaya kemudian jamaah haji bisa langsung kembali ke rumah, bertemu keluarga, dan beristirahat," katanya.
Namun demikian, Dahnil tetap menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan dalam penyelenggaraan haji, baik saat keberangkatan maupun kepulangan jemaah.





