JAKARTA, KOMPAS – Saat tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional atau BGN ditahan Kejaksaan Agung, Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan terkait program Makan Bergizi Gratis atau MBG di acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026). Dalam acara yang dihelat BGN dan dihadiri ribuan pelaksana program MBG itu, Presiden mengaku tidak mudah mengganti sejumlah orang yang diberinya amanah untuk mengurusi MBG.
Seperti diberitakan, Selasa (2/6/2026), Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakilnya, Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya, dicopot dari jabatannya. Dadan digantikan oleh Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN. Adapun dua orang yang didaulat menjadi Wakil Kepala BGN adalah Agustina Arumsari dan Mayjen Trenggono.
Beberapa jam setelah pengumuman penggantian, Kejaksaan Agung menggeledah kantor BGN. Kemudian, pada Rabu sore, Kejaksaan Agung menetapkan Dadan, Lodewijk, dan Sony sebagai tersangka korupsi terkait pelaksanaan MBG. Ketiganya pun langsung ditahan.
Acara Presiden Prabowo Subianto di Sentul dihadiri 12.173 peserta. Mereka terdiri dari Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), Koordinator Regional (Koreg) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari seluruh Indonesia, Koordinator Wilayah (Korwil), Kepala SPPG, serta para mitra pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Adapun Presiden didampingi antara lain oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Kepala BGN Nanik S Deyang. Hadir pula Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Saat berpidato, Presiden berterima kasih kepada seluruh unsur yang telah melaksanakan program MBG. Namun, ia juga mengaku tengah sedih atas apa yang terjadi terhadap mantan pimpinan BGN.
”Saya tidak bisa tutupi bahwa saya sedang dalam keadaan sedih karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat,” katanya.
Presiden enggan banyak berkomentar terkait kasus itu karena proses hukum tengah berjalan. Ia tidak ingin pernyataannya justru mempengaruhi proses hukum itu.
”Yang jelas mengganti mereka itu tidak ringan bagi saya,” imbuhnya.
Ia mendapatkan laporan mengenai kekurangan, kejanggalan, dan indikasi penyelewengan dalam penyelenggaraan MBG oleh pimpinan BGN sebelumnya. Hal itu menempatkannya pada posisi yang sulit karena penyelewengan dilakukan pejabat yang dipilih, dilantik, bahkan diberi bintang jasa olehnya.
Di tengah situasi itu, ia mengingat pesan ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo. Sang ayah pernah berpesan, jika kebingungan memutuskan maka yang harus diambil adalah pilihan yang berpihak pada rakyat.
” Saya tidak mau Pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada pengecualian, (walaupun) saya katakan ini berat bagi saya,” kata Prabowo.
lebih lanjut ia menegaskan, MBG merupakan upaya pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi anak sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara nasional.
Program ini juga disebut berangkat dari konsep yang sangat sederhana. Saat berkeliling ke berbagai daerah, ia menemukan banyak anak yang melewatkan sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Makanan yang mereka santap pun kurang bergizi.
Akibatnya, kekurangan gizi anak masih terjadi di sejumlah wilayah. Sekitar 20-30 persen anak disebut kekurangan gizi. Mereka tumbuh menjadi anak-anak yang tengkes, dan tidak bisa mencapai pertumbuhan dan perkembangan secara optimal. Lebih dari itu, kekurangan gizi juga membatasi kesempatan anak untuk berkembang dalam pendidikan dan berisiko kesulitan mencari pekerjaan di masa depan.
Oleh karena itu, Prabowo menekankan bahwa BGN dan program MBG berperan strategis untuk mendukung kelompok masyarakat bawah serta memperkuat kualitas generasi penerus. Program ini juga bukan hanya diselenggarakan di Indonesia. Sejumlah negara maju juga sudah menerapkan program serupa untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia.
“Jadi program ini adalah sangat penting. Dan program ini, kalau berhasil, akan menimbulkan suatu kemanjuan yang sangat besar untuk ekonomi kita,” ujar Prabowo.
Jadi program ini adalah sangat penting. Dan program ini, kalau berhasil, akan menimbulkan suatu kemanjuan yang sangat besar untuk ekonomi kita.
Presiden menilai, MBG juga bakal memberikan dampak ekonomi hingga ke tingkat desa. Melalui operasionalisasi dapur-dapur MBG, hasil produksi petani dan pelaku usaha lokal akan terserap. Program ini juga diyakini bisa membuka jutaan lapangan kerja.
“Kalau nanti program ini berjalan di puncaknya, kita bisa memberi makan 80 sekian juta, 83-85 juta (orang), (Sebanyak) 30 ribu dapur berjalan dengan benar dan baik, kita bisa menghasilkan 1,5 juta pekerjaan formal dan mungkin 1,5 juta lagi pekerjaan yang nyata di ekonomi pedesaan, 3 juta lapangan pekerjaan,” kata Presiden.
Sementara itu, Kepala BGN Nanik S Deyang melaporkan bahwa acara ini dihadiri oleh seluruh unsur pelaksana MBG dari Sabang sampai Merauke secara hibrida. Mereka yang hadir secara langsung berasal dari Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Nanik melanjutkan, pemerintah berupaya untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah antarpelaksana program MBG. Konsolidasi dibutuhkan, agar MBG berjalan efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat.
Konsolidasi penyelenggara MBG di Sentul sudah dirancang sejak Dadan Hindayana masih menjabat sebagai Kepala BGN. Berdasarkan dokumen undangan yang diterima Kompas, undangan acara tersebut dibuat pada 29 Mei 2026 dan ditandagani oleh Dadan. Dalam undangan disebutkan, acara bakal digelar pada 3 Juni 2026.





