Pameran Tekstil dan Alas Kaki Internasional Digelar di BSD, Buka Peluang Ekspor dan Investasi

eranasional.com
4 jam lalu
Cover Berita

Tangerang, ERANASIONAL.COM – Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia International Textile & Clothing Industry Fair (ITC) 2026 dan Indonesia International Footwear Machinery & Material Industry Fair (IFM) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 18-20 Juni 2026.

Pameran berskala internasional tersebut akan mempertemukan pelaku industri tekstil, garmen, alas kaki, investor, distributor, hingga pembeli dari berbagai negara. Ratusan perusahaan dari China, Taiwan, Hong Kong, Malaysia, dan Indonesia dipastikan ambil bagian dengan menampilkan teknologi manufaktur terbaru serta berbagai inovasi industri.

Founder PT Sumber Kreasi sekaligus pengusaha alas kaki nasional, Yongki Komaladi, menilai ajang ini dapat menjadi sarana penting bagi pelaku usaha dalam negeri untuk memperluas wawasan dan meningkatkan daya saing di tengah perkembangan industri global yang semakin dinamis.

“Pameran seperti ini memberikan kesempatan bagi pelaku usaha, khususnya UKM, untuk melihat langsung perkembangan teknologi, sistem produksi, hingga pola pikir industri yang berkembang di berbagai negara,” kata Yongki dalam konferensi pers di Tangerang, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, industri nasional perlu lebih terbuka terhadap perubahan teknologi dan transformasi industri agar mampu bersaing di pasar internasional. Ia menilai kreativitas pelaku usaha Indonesia sudah sangat baik, namun masih perlu didukung peningkatan efisiensi dan produktivitas.

Yongki berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah pembelajaran sekaligus membuka peluang kerja sama antara pelaku usaha lokal dengan mitra bisnis dari luar negeri.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan dukungan pemerintah. Pelaku usaha juga harus berani beradaptasi dan melakukan perubahan,” ujarnya.

Selain memperkenalkan teknologi modern, pameran tersebut juga akan menjadi etalase bagi berbagai produk unggulan Indonesia, mulai dari batik, kain tradisional, produk kerajinan, hingga alas kaki. Harapannya, produk-produk tersebut semakin dikenal dan mampu menembus pasar ekspor yang lebih luas.

Sementara itu, Presiden Asosiasi Pemasok Garmen dan Aksesoris Indonesia (APGAI), Hendry Sagoro, mengatakan persaingan industri global sebaiknya dipandang sebagai peluang untuk berkolaborasi, bukan ancaman.

Menurut Hendry, industri tekstil dan alas kaki Indonesia masih memiliki prospek yang menjanjikan karena didukung kreativitas pelaku usahanya. Kolaborasi antara industri lokal dan perusahaan asing diyakini dapat menghasilkan produk yang lebih kompetitif di pasar dunia.

“Kolaborasi akan memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak dan memperkuat posisi industri nasional,” katanya.

Ia juga menilai momentum kebangkitan industri Asia pascapandemi dan perlambatan ekonomi global perlu dimanfaatkan Indonesia untuk memperkuat perannya di pasar internasional.

Di sisi lain, President Director PT Solindo Duta Convex, Chairul Umaya, menjelaskan bahwa pameran ini tidak hanya mengusung konsep business to business (B2B), tetapi juga membuka peluang transaksi langsung dengan konsumen.

Menurutnya, peserta akan membawa berbagai inovasi dan teknologi yang selama ini banyak diperkenalkan dalam ajang perdagangan internasional, termasuk Canton Fair Guangzhou yang dikenal sebagai salah satu pameran dagang terbesar di dunia.

“Kami ingin menghadirkan ruang business matching yang mempertemukan produsen, investor, dan calon pembeli dalam satu platform,” ujarnya.

Chairul optimistis kehadiran peserta dari berbagai sektor, mulai dari tekstil, garmen, mesin sepatu, material produksi hingga teknologi manufaktur pintar, dapat mendorong lahirnya investasi baru serta memperluas akses pasar ekspor Indonesia.

Selain kalangan bisnis, kegiatan ini juga terbuka bagi masyarakat umum, mahasiswa, dan komunitas kreatif yang ingin mengetahui perkembangan teknologi industri global. Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung dapat mengikuti seminar, forum diskusi industri, hingga demonstrasi penggunaan teknologi produksi modern.

Panitia juga menyiapkan sejumlah program menarik bagi pengunjung yang melakukan registrasi melalui QR Code. Salah satunya fasilitas menginap gratis selama satu malam bagi peserta dari luar Jakarta yang didukung Hong Kong Trade Development Council.

Tak hanya itu, pengunjung berkesempatan mengikuti undian berhadiah tiket penerbangan AirAsia rute Jakarta–Guangzhou dan Jakarta–Kuala Lumpur. Hadiah tersebut diberikan untuk mendukung kunjungan ke Canton Fair Guangzhou maupun Malaysia International Branding Showcase yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.

Pameran ITC dan IFM 2026 akan menampilkan berbagai kategori produk dan teknologi, mulai dari mesin tekstil, mesin produksi alas kaki, teknologi bordir, sistem manufaktur digital, bahan tekstil, kulit, aksesori fesyen, hingga solusi pabrik pintar.

Penyelenggara menargetkan ribuan pengunjung profesional dari berbagai sektor hadir selama pameran berlangsung, termasuk produsen, distributor, investor, retailer, asosiasi industri, serta pembeli internasional.

Melalui penyelenggaraan pameran ini, Indonesia diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu pusat industri tekstil dan alas kaki di Asia Tenggara sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar hingga tingkat global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyelundup Solar Subsidi dengan Kapal Tanker Leluasa Beraksi, Apa yang Terjadi?
• 15 jam lalukompas.id
thumb
Indonesia Open 2026: Kesabaran Tiwi/Fadia jadi Kunci Singkirkan Unggulan 3
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Dadan Resmi Pakai Rompi Tahanan Kejagung RI
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
KPK Jadwalkan Periksa Ketum PP Hingga Eks Bupati Kukar Rita Widyasari
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Foto: Penonton Ramaikan Indonesia Open 2026
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.