Pasar Puspa Agro Nyaris Mangkrak, Sepi bak Gedung Berhantu

realita.co
5 jam lalu
Cover Berita

SIDOARJO – Kondisi Pasar Induk Puspa Agro di Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, kembali dikeluhkan para pedagang.

Pasar yang sejak awal digadang-gadang menjadi pusat perdagangan agrobisnis terbesar di Jawa Timur itu kini dinilai semakin sepi pembeli dan terkesan mangkrak bak gedung berhantu, karena banyak lapak yang tidak lagi beroperasi.

Baca juga: Setia Membuka Lapak di Tengah Pasar yang Lengang, Perjuangan Pedagang Menghidupi Keluarga

Chandra, salah seorang pedagang mengaku saat ini hanya mengandalkan pelanggan lama yang jumlahnya terus menurun dari waktu ke waktu. Minimnya kunjungan pembeli membuat omzet pedagang merosot drastis dibanding beberapa tahun lalu.

Kondisi di dalam yang sepi dan sunyi. Foto: tyan

"Sekarang yang datang kebanyakan pelanggan tetap. Pembeli baru tidak ada. Kalau pelanggan lama berhenti belanja, ya semakin berat bagi kami," ujar Chandra yang telah bertahun-tahun berjualan di Pasar Puspa Agro, Rabu (03/05/2026).

Menurut para pedagang lainnya, salah satu faktor utama yang menyebabkan lesunya aktivitas perdagangan di Puspa Agro adalah akses menuju lokasi pasar yang kerap mengalami kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk. Kondisi tersebut membuat banyak pembeli maupun distributor memilih bertransaksi di lokasi lain yang dinilai lebih mudah dijangkau.

Selain itu, lokasi pasar yang belum terintegrasi secara optimal dengan akses transportasi utama juga dinilai menjadi kendala bagi pengembangan pasar.

Keluhan mengenai akses ini sebenarnya sudah muncul sejak beberapa tahun lalu dan bahkan sempat menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang merencanakan pembangunan akses langsung menuju jalan tol guna meningkatkan aktivitas perdagangan di Puspa Agro.

Namun hingga kini, para pedagang menilai dampaknya belum dirasakan secara signifikan.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah blok pertokoan dan kios tampak kosong dan sebagian bangunan hancur. Aktivitas jual beli pun nampak tidak ada seperti pasar induk pada umumnya.

Baca juga: Dikonfirmasi Soal Rekomendasi Penutupan Pasar Puspa Agro, Anggota DPRD Jatim 'Saling Lempar'

Kondisi ini memperkuat kesan bahwa sebagian area pasar belum dimanfaatkan secara maksimal.

Padahal, Puspa Agro dibangun di atas lahan seluas sekitar 50 hektare dan diproyeksikan menjadi pusat distribusi hasil pertanian, perikanan, peternakan, serta produk pangan terbesar di Jawa Timur.

Berbagai fasilitas penunjang seperti pergudangan, cold storage, rumah potong hewan modern, hingga area parkir luas juga telah tersedia.

Keluhan mengenai sepinya aktivitas perdagangan di Puspa Agro bukanlah hal baru. Sejak beberapa tahun lalu, sejumlah pedagang telah mengaku mengalami penurunan pendapatan akibat minimnya pembeli. Bahkan terdapat pedagang yang terpaksa menutup usahanya karena tidak mampu menutupi biaya operasional.

Para pedagang berharap pemerintah daerah maupun pengelola segera mengambil langkah konkret untuk menghidupkan kembali Pasar Puspa Agro.

Baca juga: Sepi Pengunjung, Pasar Puspa Agro di Bawah Naungan PT JGU Direkomendasikan Ditutup karena Dinilai Bebani APBD Jawa Timur

Nyaris tak ada aktivitas di sini.

Selain perbaikan akses dan pengurangan kemacetan menuju lokasi pasar, mereka juga mengusulkan adanya program promosi, penataan kawasan, serta revitalisasi pasar agar mampu menarik kembali minat pembeli dan distributor.

"Kami ingin pasar ini ramai lagi seperti yang dicita-citakan dulu. Infrastruktur sudah ada, tinggal bagaimana pemerintah dan pengelola bisa menghadirkan pembeli dan mempermudah akses menuju pasar," kata pedagang lainnya yang enggan menyebut nama.

Dengan kondisi yang terus menurun, para pedagang berharap upaya revitalisasi yang tengah dibahas oleh berbagai pihak tidak hanya berhenti pada wacana, melainkan benar-benar diwujudkan demi menyelamatkan keberlangsungan usaha para pedagang yang masih bertahan di Pasar Puspa Agro.tyan

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPR-Purbaya Rampungkan RUU P2SK, Atur Demutualisasi BEI-Surat Utang Danantara
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
7 Haji Asal Aceh Meninggal di Makkah, Ini Daftarnya
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Emak-emak Maling di Rumah Kosong Jakbar, Gasak Motor hingga Tabungan Umrah
• 11 jam laludetik.com
thumb
Jetour T1 i-DM Tawarkan Jarak Tempuh 1.200 Km, Harga Promo Rp538 Juta
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Komjak Turun Tangan Ikut Pantau Penanganan Kasus BGN oleh Kejagung
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.