Mengenal Sosok Dino Patti Djalal: Diplomat dan Tokoh Diaspora Indonesia yang Disebut Teddy "Wamenlu 3 Bulan"

narasi.tv
12 jam lalu
Cover Berita

Dino Patti Djalal tengah menjadi sorotan usai videonya viral menyampaikan kritik terbuka melalui akun Instagramnya yang menyebut bahwa Presiden Prabowo menjadi kepala negara yang paling sering pergi ke luar negeri sejak menjabat.

"Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri," katanya dalam video unggahanya.

Dino Patti Djalal mengekanan Presiden Prabowo seharusnya tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dalam waktu 18 bulan kedepan lantaran pembiayaan untuk rombongan, konsumsi, keamanan dan lainnya yang sangat besar.

"Satu perjalanan ke luar negeri bisa keluar puluhan bahkan ratusan miliar," tambahnya lagi.

video tersebut langsung direspon Seskab Teddy Indra Wijaya secara terbuka menyentil rekam jejak karier Dino Patti Djalal yang disebutnya sebagai diplomat hebat, namun hanya berkesempatan menjabat sebagai Wamenlu selama kurang lebih tiga bulan.

"Terima kasih atas masukan dari Pak Dino Patti Djalal, saya pikir (beliau) diplomat hebat, pernah jadi Wamenlu walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan," ujar Teddy dalam video resmi di akun Sekretaris Kabinet.

Mengenal Sosol Dino Patti Djalal

Sosok Dino Patti Djalal bukan sekadar pengamat, melainkan salah satu diplomat yang berpengalaman di Indonesia. Ialahir pada 10 September 1965 di Beograd, Yugoslavia (sekarang Serbia).

Dino merupakan putra dari Hasjim Djalal, seorang diplomat senior Indonesia yang juga dikenal sebagai pakar hukum laut internasional. Lahir dalam keluarga diplomat membuat Dino sudah akrab dengan suasana diplomasi sejak usia dini.

Keluarganya sering berpindah tempat tinggal akibat tugas-tugas diplomatik sang ayah, sehingga masa kecil Dino dihabiskan di berbagai kota internasional seperti Jakarta, Yugoslavia, Guinea, Singapura, Washington DC, New York, Ottawa, dan Vancouver.

Pendidikan formal Dino dimulai dari SD Muhammadiyah di Indonesia, kemudian melanjutkan ke SMP Al Azhar Jakarta. Pada jenjang pendidikan menengah, Dino bersekolah di McLean High School, Virginia, Amerika Serikat.

Kemudian ia menempuh pendidikan tinggi di luar negeri dengan mengambil gelar Sarjana Ilmu Politik di Carleton University, Kanada. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan magister di Simon Fraser University, Kanada, dengan fokus tetap pada Ilmu Politik.

Dino kemudian meraih gelar Doktor di bidang Hubungan Internasional dari London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris. Latar belakang pendidikan yang kuat dan internasional ini sangat mendukung peranannya di dunia diplomasi dan kebijakan luar negeri Indonesia.

Perjalanan Karier di Dunia Diplomasi

Karier Dino di bidang diplomasi dimulai sejak bergabung dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia pada tahun 1987. Ia berkiprah selama hampir 40 tahun di berbagai posisi penting yang menunjang kebijakan diplomasi Indonesia.

Pengalaman awal hingga jenjang tinggi diperoleh melalui penugasan di perwakilan Indonesia di London, Dili, dan Washington DC. Pada tahun 1999, ia menjadi juru bicara pemerintah Indonesia dalam proses referendum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Timor Timur, sebuah momen penting bagi Indonesia dan dunia diplomasi.

Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Dino dipercaya menjadi juru bicara dan penasihat kebijakan luar negeri. Peran ini dia emban selama enam tahun, dari 2004 hingga 2010, menjadikannya juru bicara presiden dengan masa jabatan terlama. Dalam kapasitas tersebut, ia bertanggung jawab menyampaikan kebijakan luar negeri secara jelas dan mewakili komunikasi nasional dan internasional presidensial di berbagai forum.

Pada tahun 2010 hingga 2013, Dino ditunjuk sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, posisi strategis yang menempatkannya sebagai wajah diplomasi Indonesia di salah satu negara terpenting dunia.

Jabatan penting berikutnya adalah Wakil Menteri Luar Negeri pada tahun 2014, meskipun masa jabatannya singkat, hanya sekitar tiga sampai empat bulan. Posisi ini semakin mengukuhkan karier Dino sebagai diplomat senior yang memiliki pengalaman komprehensif di tingkat nasional maupun internasional.

Kontribusi terhadap Komunitas Diaspora Indonesia

Setelah menutup masa dinas di kementerian, Dino mendirikan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) pada tahun 2015. FPCI kini menjadi salah satu komunitas kebijakan luar negeri terbesar di Indonesia dengan jaringan yang luas, terdiri dari para ahli, akademisi, diplomat, praktisi, dan pemuda yang fokus pada isu-isu luar negeri. Melalui FPCI, Dino menginisiasi berbagai program yang turut memperkuat wawasan diplomasi dan kebijakan international di kalangan muda dan profesional Indonesia.

Dino dikenal luas sebagai “Bapak Diaspora Indonesia” karena perannya dalam mengkonseptualisasikan dan mempopulerkan istilah diaspora Indonesia dalam konteks global.

Ia menjadi pionir dalam membangun jaringan diaspora Indonesia internasional yang sistematis dan terstruktur. Melalui jaringan ini, peran dan kontribusi warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri menjadi lebih terorganisir dan berdaya guna dalam pemberdayaan ekonomi, sosial, serta diplomasi budaya.

Pada 2012, Dino meluncurkan Kongres Dunia Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, sebuah tonggak bersejarah dalam pergerakan diaspora Indonesia. Selain itu, ia turut memprakarsai program lintas agama yang dikenal sebagai 1000 Lingkaran Abrahamik, yang melibatkan para pemuka agama Islam, Kristen, dan Yahudi dari berbagai negara untuk mempromosikan toleransi, saling menghormati, dan melawan fanatisme.

Program ini mendapat pengakuan internasional, seperti penghargaan Antarbudaya dari Austria pada tahun 2020, serta menjadi salah satu agenda penting di Forum Perdamaian Paris.

Dari perjalanan hidup, karier, hingga kontribusinya, Dino Patti Djalal merupakan sosok diplomat profesional yang berpengalaman dan berwawasan luas. Perannya sebagai pelopor komunitas diaspora dan tokoh yang vokal dalam mengkritisi kebijakan publik menunjukkan komitmen tinggi terhadap kepentingan bangsa dan negara.

Baca Juga:Usai Dicopot dari Kepala BGN, Kini Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi dan Ditahan Kejagung

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timwas DPR: Pelayanan Haji 2026 Lebih Terukur, Jemaah Dapat Fasilitas Memadai
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
[FULL] Dadan dan 2 Eks Waka BGN Jadi Tersangka Kasus SPPG, MBG Tetap Jalan?
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Konflik Memanas, Uni Eropa Desak Israel Stop Eskalasi Serangan di Lebanon
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Video Viral Ciuman Sesama Jenis di PNJ: Kronologi dan Identitas Pelaku
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pameran Industri Pelayaran di Tianjin Soroti Peran AI dalam Transformasi Sektor Maritim Global
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.