Indonesia Kecam Rencana Israel Kuasai 70 Persen Wilayah Gaza

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Indonesia menolak dan mengecam rencana Israel untuk memperluas kendali wilayahnya hingga mencakup 70 persen Jalur Gaza, Palestina.

Menurut Menlu Sugiono, langkah tersebut merupakan tindakan ilegal yang bertentangan dengan upaya penyelesaian konflik Palestina-Israel serta mengancam prospek perdamaian di kawasan.

“Kita tetap dalam posisi menolak dan mengecam rencana tersebut. Ini adalah langkah-langkah ilegal yang dilakukan oleh Israel,” ujar Sugiono kepada awak media di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

Menlu Sugiono menegaskan Indonesia tetap berpegang pada dukungan terhadap kemerdekaan Palestina melalui kerangka Solusi Dua Negara (Two-State Solution).

“Kita harus stop, karena bagi kita intinya, yang menjadi garis bawah adalah Palestina harus merdeka dalam kerangka solusi dua negara,” katanya. Perintah Perluasan Kendali Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 28 Mei 2026 memerintahkan militer Israel memperluas kendali teritorial hingga mencakup 70 persen wilayah Jalur Gaza.

Dalam pernyataan yang disampaikan di sebuah permukiman Israel di Lembah Yordan, Tepi Barat, Netanyahu menyebut perluasan wilayah itu sebagai bagian dari strategi untuk menekan Hamas.

?"Saat ini kami sedang menekan Hamas. Kami sekarang menguasai 60% wilayah di jalur tersebut. Tahukah Anda, sebelumnya kami berada di angka 50%, lalu bergerak ke 60%. Arahan saya adalah mencapai 70%," kata Netanyahu, dikutip dari The Guardian.

Rencana tersebut menuai perhatian internasional karena dinilai bertentangan dengan ketentuan gencatan senjata fase pertama yang berlaku sejak Oktober 2025.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, militer Israel seharusnya membatasi kehadirannya di sekitar 53 persen wilayah Gaza dan bersiap melakukan penarikan pasukan secara bertahap pada fase berikutnya.

Namun, alih-alih melakukan penarikan, Israel justru berencana memperluas penguasaan wilayah hingga mencakup sebagian besar area komunal yang sebelumnya berada di bawah kendali otoritas lokal Palestina.

Kelompok Hamas juga menuduh Israel terus menggeser batas-batas kendali militer secara sepihak untuk menciptakan fakta baru di lapangan dan menghambat upaya stabilisasi maupun deeskalasi konflik.

Baca juga: Menlu Rubio Klaim Niat Israel untuk Duduki 70% Gaza, Bukan Bagian Rencana AS


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
6 Pertanyaan yang Biasanya ditanyakan untuk Mobil Hybrid
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Bagikan Telur Gratis sebagai Bentuk Protes
• 9 jam laluberitajatim.com
thumb
Toyota Urban Cruiser Ebella, Jadi Saudara Suzuki e Vitara
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Ayah Sujud Minta Maaf Usai Mahasiswa PNJ Dipergoki Ciuman Sesama Jenis
• 13 jam laludetik.com
thumb
Yenny Wahid: Kowani Akan Perkuat Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak!
• 7 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.