Dari Persebaya Surabaya Bruno Moreira Susul Asnawi Mangkualam ke Port FC

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID,, JAKARTA — Akhir perjalanan Bruno Moreira bersama Persebaya Surabaya ternyata bukanlah akhir dari petualangannya di Asia Tenggara. Setelah beberapa pekan menjadi bahan spekulasi di bursa transfer, winger asal Brasil itu akhirnya menemukan pelabuhan baru.

Bukan di Indonesia, bukan pula di negara asalnya.

Bruno resmi melanjutkan karier bersama klub papan atas Thailand, Port FC.

Kepastian tersebut sekaligus mengakhiri berbagai rumor yang mengiringi masa depannya sejak memutuskan berpisah dengan Persebaya Surabaya. Yang membuat kepindahan ini semakin menarik, Bruno akan bergabung dengan salah satu pemain Indonesia yang lebih dulu mencuri perhatian di Negeri Gajah Putih, yakni Asnawi Mangkualam.

Bagi publik sepak bola Indonesia, kombinasi Bruno dan Asnawi tentu menghadirkan daya tarik tersendiri.

Keduanya dikenal sebagai pemain dengan karakter pekerja keras, agresif, dan memiliki mental kompetitif yang kuat. Kini mereka akan berada dalam satu ruang ganti yang sama, membela ambisi besar Port FC di berbagai kompetisi musim depan.

Pengumuman resmi kedatangan Bruno disampaikan langsung oleh Port FC melalui kanal media sosial klub.

Manajemen klub menyebut Bruno sebagai salah satu pemain asing yang diproyeksikan menjadi bagian penting dalam skuad untuk musim 2026/2027.

Keputusan merekrut mantan kapten Persebaya itu bukan tanpa alasan.

Sepanjang musim lalu, Bruno kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain asing terbaik yang bermain di Indonesia. Dalam 28 pertandingan Super League 2025/2026, ia berhasil mencetak 12 gol dan menyumbangkan delapan assist.

Statistik tersebut menunjukkan bahwa Bruno bukan hanya sekadar pencetak gol, tetapi juga kreator serangan yang mampu menjadi motor permainan tim.

Perannya sangat besar dalam membantu Persebaya Surabaya menutup musim di posisi empat besar klasemen.

Lebih dari itu, Bruno juga merupakan sosok pemimpin di lapangan.

Sebagai kapten tim, ia menjadi figur yang dihormati rekan-rekannya dan dicintai oleh Bonek serta Bonita. Kepemimpinannya menjadi salah satu alasan mengapa kepergiannya meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga besar Persebaya.

Namun dalam sepak bola profesional, setiap perjalanan pada akhirnya akan menemukan persimpangan.

Dan bagi Bruno, persimpangan itu membawanya menuju Thailand.

Port FC sendiri bukan klub sembarangan.

Dalam beberapa tahun terakhir, klub yang bermarkas di Bangkok tersebut terus berkembang menjadi salah satu kekuatan baru di Thai League. Dengan dukungan finansial yang kuat serta ambisi besar untuk bersaing di level Asia, Port FC aktif membangun skuad yang mampu bersaing dengan klub-klub elite Thailand.

Musim lalu menjadi bukti perkembangan tersebut.

Port FC berhasil meraih gelar Piala Muang Thai sekaligus menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan klub-klub tradisional seperti Buriram United, BG Pathum United, maupun Muangthong United.

Ambisi klub bahkan tidak berhenti di level domestik.

Musim depan Port FC akan menghadapi jadwal yang sangat padat dengan tampil di lima kompetisi berbeda. Selain Thai League, mereka juga akan berlaga di Piala Chang FA, Piala Muang Thai, AFC Champions League Elite, serta ASEAN Club Championship atau Shopee Cup.

Situasi itu membuat kebutuhan akan pemain berkualitas menjadi sangat penting.

Bruno dianggap memenuhi semua kriteria yang dibutuhkan.

Selain memiliki kualitas individu yang mumpuni, ia juga sudah memahami karakter sepak bola Asia Tenggara. Pengalaman bermain di Indonesia membuat proses adaptasinya diperkirakan tidak akan memakan waktu lama.

Faktor tersebut menjadi keuntungan besar bagi Port FC yang membutuhkan pemain siap pakai untuk menghadapi kompetisi yang sangat padat.

Di sisi lain, kepindahan Bruno juga bisa menjadi langkah penting dalam perkembangan kariernya.

Pada usia 27 tahun, ia sedang berada dalam fase terbaik sebagai pesepak bola profesional. Bermain di salah satu liga paling kompetitif di Asia Tenggara memberikan kesempatan untuk menguji kemampuan di level yang lebih tinggi.

Apalagi Port FC akan tampil di ACL Elite, kompetisi yang mempertemukan klub-klub terbaik Asia.

Kesempatan tampil di ajang tersebut tentu menjadi tantangan yang sulit ditolak oleh pemain mana pun.

Bagi sepak bola Indonesia, keberadaan Bruno bersama Asnawi di Port FC juga menghadirkan cerita menarik.

Meski datang dari latar belakang berbeda, keduanya memiliki hubungan yang tidak jauh dari sepak bola Indonesia. Asnawi adalah salah satu ikon Timnas Indonesia, sementara Bruno menghabiskan periode penting dalam kariernya bersama Persebaya Surabaya.

Kini keduanya dipersatukan dalam proyek besar Port FC.

Pertanyaannya bukan lagi apakah Bruno mampu beradaptasi.

Pertanyaan sesungguhnya adalah sejauh mana kombinasi Bruno Moreira dan Asnawi Mangkualam dapat membantu Port FC mewujudkan ambisinya meraih prestasi di Thailand maupun di level Asia.

Yang jelas, setelah menutup babak indah bersama Persebaya Surabaya, Bruno Moreira kini memulai cerita baru.

Sebuah cerita yang membawanya ke Bangkok, mempertemukannya dengan Asnawi Mangkualam, dan membuka peluang untuk bersaing di panggung yang lebih besar bersama Port FC.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mikha Tambayong Ungkap Definisi Kecantikan yang Berubah, Kini Tak Lagi Kejar Cantik Sempurna
• 19 jam laluherstory.co.id
thumb
Kemenpar Usul Bebas Visa untuk 8 Negara: Ada Jepang hingga India
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Belajar dari Kasus Masa Lalu, OJK Minta Perusahaan Asuransi Perkuat Modal dan Cadangan Klaim
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BookCabin Travel Fair 2026 Jual Tiket Promo Domestik, Internasional dan Paket Umrah
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Wamendagri Ribka Haluk: Pembangunan Papua Tengah Jadi Titik Awal Kebangkitan Masyarakat Papua
• 11 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.