Kuwait Usir 2 Staf Kedubes Iran Usai Bandaranya Jadi Sasaran Serangan Drone

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemerintah Kuwait mengecam serangan drone Iran yang menyasar salah satu terminal di Bandara Internasional Kuwait. Pihak Kuwait meminta dua staf Kedutaan Besar (Kedubes) Iran meninggalkan negara tersebut dalam 24 jam ke depan.

Dilansir AFP, Rabu (3/6/2026), serangan drone Iran ke bandara di Kuwait terjadi hari ini waktu setempat. Serangan itu menewaskan satu orang dan melukai puluha orang lainnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait, Hamad Suleiman Al-Mashaan, telah memanggil kuasa usaha Iran di Kuwait, Hamed Yaqoubi Far, dan menyerahkan nota protes dari pemerintah Kuwait atas serangan drone yang dilancarkan Iran.

Baca juga: AS dan Iran Tak Kunjung Damai, Trump Ingin Ketemu Mojtaba Khamenei

Dalam nota protes tersebut, pemerintah Kuwait meminta agar jumlah anggota Kedubes Iran di negara tersebut untuk dikurangi. Kuwait juga menganggap dua anggota misi diplomatic Iran sebagai persona non grata atau orang yang tidak diinginkan.

Pemerintah Kuwait secara resmi juga meminta dua anggota Kedubes Iran tersebut meninggalkan wilayah Kuwait dalam waktu 24 jam ke depan.

Selain itu, pemerintah Kuwait juga membantah klaim Iran jika wilayahnya dipakai Amerika Serikat dalam memulai serangan ke wilayah Iran.

"Penolakan tegas Kuwait terhadap penggunaan wilayah atau ruang udaranya dalam tindakan permusuhan apa pun terhadap negara mana pun, menekankan bahwa klaim palsu Iran tidak berdasar dan tidak didukung oleh bukti", demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Kuwait.

Seperti diketahui, militer Iran melancarkan serangan drone terhadap salah satu terminal penumpang di Bandara Internasional Kuwait pada Rabu (3/6) pagi waktu setempat. Serangan itu melukai beberapa orang, dan memaksa aktivitas penerbangan di bandara Kuwait tersebut dihentikan sementara.

Baca juga: Penampakan Mobil Mercy-Motor Triumph Hasil KPK OTT Pejabat Imigrasi Jakbar

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Brigadir Jenderal Saud Abdulaziz Al-Atwan, seperti dilansir AFP, Rabu (3/6), menggambarkan serangan drone tersebut sebagai "agresi kriminal Iran yang mengakibatkan kerusakan material yang signifikan terhadap bangunan dan memicu cedera".

Al-Atwan tidak menyebutkan secara spesifik jumlah korban luka akibat serangan drone Iran. Namun dalam pernyataan via media sosial, dia mengatakan bahwa para korban luka telah mendapatkan perawatan medis.

Kantor berita Kuwait dalam laporannya menyebut otoritas penerbangan sipil telah menangguhkan lalu lintas udara di Bandara Internasional Kuwait, dan mengalihkan penerbangan kedatangan ke sejumlah bandara alternatif.

"Terminal Satu diserang Iran yang menyebabkan sejumlah korban jiwa dan kerusakan," sebut kantor berita Kuwait dalam laporannya, merujuk pada Terminal Satu pada Bandara Internasional Kuwait.




(ygs/rfs)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Minta Dapur MBG Tak Sajikan Telur Dadar: Harus Ceplok atau Rebus
• 5 jam laludetik.com
thumb
Tim Jibom Temukan Tiga Mortir dan 30 Amunisi di Lokasi Ledakan Biak
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Rupiah Melemah terhadap Dolar AS dan Sejumlah Mata Uang Utama Asia
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Kepala Staf Kepresidenan Sebut Dadan Dicopot dari BGN Karena Dugaan Jual Beli Titik Dapur
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KSP Dudung: Pencopotan Kepala BGN Kemungkinan Berkaitan Jual Beli Titik Dapur MBG
• 13 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.