Dudung Abdurachman Kepala Staf Kepresidenan menyebut, pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana kemungkinan berkaitan dengan dugaan jual beli titik dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan itu disampaikan Dudung usai rapat kerja, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Saat ditanya soal dugaan tersebut, Dudung mengaku juga menerima informasi serupa.
“Ya, saya pun dapat informasi seperti itu,” kata Dudung, seperti dilaporkan Antara.
Dia menambahkan, Prabowo Subianto Presiden sudah lama menerima berbagai informasi mengenai persoalan di tubuh BGN dari beragam sumber.
Menurut Dudung, Presiden ingin program MBG dijalankan tanpa penyimpangan sedikit pun karena menggunakan uang rakyat dan harus dipertanggungjawabkan kepada publik.
Dia menilai, langkah mengganti pimpinan BGN menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola lembaga agar lebih transparan dan akuntabel.
“Presiden inginnya sempurna bahwa semua itu tidak ada terjadi sedikit pun, ada yang menyimpang dari program beliau, karena itu uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” ujar Dudung.
Dia juga menegaskan, Presiden tidak ingin ada praktik korupsi maupun penyimpangan yang menguntungkan pihak tertentu dalam pelaksanaan MBG.
Pogram MBG, lanjutnya, bukan hanya soal menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga tentang memastikan manajemen BGN berjalan rapi dan tertutup dari celah penyimpangan. Karena itu, pengawasan terhadap pelaksanaan program akan terus diperkuat.
“Tidak ada terjadinya penyimpangan, tidak ada terjadinya menguntungkan kepentingan perseorangan, kelompok maupun golongan, tetapi betul-betul bapak Presiden menginginkan bahwa ini untuk kepentingan rakyat,” katanya.
Dudung juga menyatakan akan terus memantau kondisi di lapangan dan menyampaikan temuannya kepada publik.(ant/iss/rid)




