TABLOIDBINTANG.COM - Model dan aktris Brooke Shields mengungkap pengalaman mengejutkan yang dialaminya saat berada di puncak popularitas pada usia sangat muda. Bintang berusia 61 tahun itu mengaku pernah menjadi sasaran penggemar fanatik yang berusaha memotong rambutnya demi mendapatkan "sebagian" dari dirinya.
Pengakuan tersebut disampaikan Brooke saat menjadi bintang tamu dalam siniar The Bossticks pada 1 Juni. Ia mengenang hiruk-pikuk yang terjadi setelah film kontroversial Pretty Baby melambungkan namanya ke panggung internasional ketika usianya baru 11 tahun.
Dalam film garapan sutradara Louis Malle tersebut, Brooke memerankan seorang anak yang bekerja sebagai pekerja seks, peran yang hingga kini masih menjadi bahan perdebatan.
"Setelah itu kami pergi ke Festival Film Cannes bersama film tersebut. Saat itu terjadi kegilaan luar biasa. Ada kerumunan besar orang dan mereka mencoba memotong rambut saya. Itu benar-benar gila," kenang Brooke.
Ia mengatakan banyak penggemar yang ingin memiliki sesuatu yang berasal darinya secara langsung.
"Mereka seperti ingin memiliki sepotong diri saya. Rasanya benar-benar tidak masuk akal," ujarnya.
Brooke juga mengenang proses syuting Pretty Baby yang berlangsung hampir lima bulan di New Orleans. Selama produksi, ia harus membagi waktu antara pekerjaan dan pendidikan agar tidak tertinggal pelajaran sekolah.
"Syutingnya sangat sulit. Kami berada di New Orleans hampir lima bulan, jam kerjanya panjang, dan semuanya berlangsung saat musim panas," katanya.
Karena masih berstatus pelajar, Brooke harus mengejar pelajaran pada akhir pekan agar tetap bisa mengikuti pendidikan formal.
Pengalaman berat selama syuting dan dampak besar setelah film dirilis bahkan sempat membuat Brooke dan ibunya, Teri Shields, berpikir untuk meninggalkan dunia perfilman.
"Saya dan ibu sempat berkata, 'Tidak lagi. Kami tidak mau membuat film lagi. Lebih baik kembali ke dunia modeling'," ungkapnya.
Brooke mengaku dirinya dan sang ibu awalnya sangat bangga bisa terlibat dalam Pretty Baby. Sebagai pecinta film seni, mereka menganggap proyek tersebut sebagai kesempatan istimewa.
"Ibu saya sejak kecil sering mengajak saya menonton film-film seni dan karya sinema klasik. Karena itu saya sangat menghargai dunia film dan merasa bahagia bisa menjadi bagian dari film yang sangat sinematik," katanya.
Namun reaksi publik yang muncul setelah film dirilis ternyata jauh di luar dugaan mereka.
"Kami tidak menyangka kontroversinya akan sebesar itu. Pada akhirnya film itu seperti menghancurkan hidup kami dan membuat kami menolak terlibat dalam proyek apa pun selama bertahun-tahun," ujar Brooke.
Pernyataan Brooke kembali menarik perhatian setelah dokumenter Pretty Baby: Brooke Shields mengulas kembali masa kecilnya sebagai bintang muda dan tekanan besar yang ia hadapi di industri hiburan.
Selain Pretty Baby, Brooke juga dikenal lewat film The Blue Lagoon yang juga menuai kontroversi. Ia kemudian memilih menjauh dari Hollywood untuk fokus pada pendidikan sebelum lulus dari Princeton University dengan gelar sastra Prancis.
Dalam beberapa dekade berikutnya, Brooke kembali aktif berakting lewat berbagai film dan serial televisi. Kini, ia juga dikenal sebagai salah satu figur yang vokal membahas isu ketenaran anak, sorotan media, dan perlindungan bagi aktor muda di industri hiburan.
Pengalaman yang ia alami sejak kecil membuatnya terus menyuarakan pentingnya perlakuan yang lebih baik terhadap anak-anak yang bekerja di dunia hiburan.




