Pelemahan Rupiah Hantam Berbagai Sektor, Ini Respons Pemprov Jatim

bisnis.com
18 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak angkat bicara terkait fenomena rupiah yang semakin terdepresiasi atas dolar Amerika Serikat (AS) maupun mata uang asing lainnya, yang dikhawatirkannya akan berdampak pada roda perekonomian wilayah setempat.

Seperti diketahui berdasarkan data Tradingview, nilai tukar rupiah terpantau melemah 99 poin atau 0,56% ke level Rp17.938 per dolar AS per pukul 12.41 WIB, Rabu (3/6/2026).

Emil menjelaskan dampak dari menguatnya mata uang asing, khususnya dolar AS tersebut menghantam kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah, seperti kaum peternak, yang mengeluhkan harga pakan yang semakin meroket.

Menurutnya, keadaan maupun aktivitas logistik dalam negeri yang efisien dan rendah biaya seharusnya dapat menopang keadaan saat ini yang banyak disebabkan oleh konflik geopolitik global.

"Jadi, contohnya ya kemarin peternak ayam petelur mengeluhkan harga pakan, meskipun jagung itu memang banyak didapat dari dalam negeri, tapi kan efisiensi logistik dalam negeri penting untuk memitigasi kondisi global. Jangan dua-duanya ini terjadi guncangan," ungkap Emil, Rabu (3/6/2026).

Tak hanya masyarakat agraris, Emil menyebut banyak sektor yang saat ini merasakan kesusahan ketika rupiah semakin melemah terhadap mata uang asing terutama dolar AS. Di antaranya, barang-barang impor seperti suku cadang (spare part) peralatan elektronik hingga kendaraan yang juga mengalami kenaikan banderol di pasaran.

Baca Juga

  • Kota Malang Alami Inflasi Tahunan 3,10% pada Mei, BI: Masih Tetap Terjaga
  • Jatim Gandeng Swasta Impor Sapi Tambal Defisit Susu 600 Ton Per Hari
  • Jatim Kuasai 51% Produksi Nasional, Khofifah Kejar Swasembada Gula 2026

Meski demikian, mantan Bupati Trenggalek ini menyatakan Pemprov Jatim akan memprioritaskan sektor pangan dalam menghadapi fenomena tersebut. Sebab, pangan menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika global yang tak kunjung menentu.

"Tentu sekali lagi banyak variabel dan yang punya kendali terhadap masing-masing variabel itu juga beda-beda. Jadi, fokus kami tentu adalah bagaimana yang ada di wilayah kita ini kita optimalkan, jadi pangan adalah prioritas. Nah, bagaimana yang di pangan ini masih harus bisa dijaga seoptimal mungkin," ujar Emil.

Oleh sebab itu, dia mengungkapkan pihaknya akan proaktif dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok dengan memeriksa langsung ke pasar-pasar tradisional. Bila ditemukan kenaikan harga di lapangan, maka Pemprov Jatim akan melakukan intervensi agar harga komoditas tetap ditekan normal dan sesuai dengan patokan pemerintah.

"Harga-harga di pasar harus dijaga, baik itu beras dan lain sebagainya. Beberapa waktu lalu juga ada aturan yang diberlakukan untuk kendaraan-kendaraan yang mengangkut logistik dijamin mendapat BBM dengan harga normal di SPBU. Langkah ini bagian dari komponen yang sangat menentukan harga di level konsumen," tuturnya.

Lebih lanjut, Emil juga menyebut pihaknya melalui Dinas Pertanian akan terus mengawal proses masa tanam berbagai komoditas pangan, terutama pada masa tanam padi agar produksi dan stok beras di Jatim tetap terjaga.

"Jadi menjaga inflasi terkendali ada TPID dan Bank Indonesia, kita terus fokus untuk terutama sektor pangan tadi Jawa Timur kebetulan produsen pangan. Jangan sampai sektor pertanian ini produksi terganggu, jadi memastikan bahwa masa tanam berjalan dengan lancar, jangan sampai tertunda karena hal-hal yang sebenarnya bisa kita cegah," ucapnya.

Emil berharap langkah-langkah strategis yang dilakukan di hulu hingga hilir tersebut dapat menjaga pasokan dan distribusi bahan pangan kepada segenap masyarakat Jatim tetap terjaga, di tengah tren penurunan nilai tukar rupiah dan ancaman bencana kekeringan yang mengintai.

"Jadi itu juga menjadi fokus dari sisi supply, bagaimana dari sisi pasokan ini bisa kita jaga agar tekanan terhadap inflasi tidak mengepung dari semua sisi gitu," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Terus Melemah, Rendahnya Kepercayaan Investor Asing atas Kebijakan Pemerintah Jadi Isu
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
KPK Menyita 33 Kendaraan dalam OTT Imigrasi, Ronald Arman Abdullah Ikut Diamankan
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Ekspor Jabar Tumbuh, Neraca Dagang Surplus US$8,90 miliar hingga April 2026
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Mensesneg: Istana Hormati Proses Hukum Penahanan Wamen Imipas Silmy Karim
• 11 jam lalumatamata.com
thumb
Mayat Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Tepi Jalan Sampit, Diduga Terlindas Truk
• 12 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.