Bisnis.com, MAKASSAR — Instrumen reksa dana kembali mendominasi dan menjadi primadona bagi para investor pasar modal di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Tren positif ini tercermin dari lonjakan signifikan baik pada pertumbuhan tahunan maupun jumlah Single Investor Identification (SID) per Maret 2026.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor reksa dana di Sulsel telah menembus 617.794 SID hingga Maret 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi jika dibandingkan dengan instrumen pasar modal lainnya seperti saham dan Surat Berharga Negara (SBN).
Dari sisi laju pertumbuhan, reksa dana mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 58,23% secara tahunan (year-on-year/yoy). Kinerja ini berhasil membalikkan keadaan setelah sepanjang tahun 2025 lalu posisi puncak pertumbuhan sempat direbut oleh instrumen saham.
Sebagai catatan, pada sepanjang 2025, pertumbuhan investor saham di Sulsel memimpin dengan capaian 40,46%. Angka tersebut melampaui reksa dana yang hanya tumbuh 30,48% dan SBN yang tumbuh sebesar 19,75%.
Namun, memasuki kuartal I/2026, pertumbuhan investor saham di Sulsel melandai di level 47,47% (yoy) dengan total kepemilikan 199.671 SID. Di sisi lain, instrumen SBN mencatatkan pertumbuhan 25,47% (yoy) dengan total akumulasi 22.628 SID.
Baca Juga
- OJK Catat Dana Kelolaan Reksa Dana Naik jadi Rp718,44 Triliun di Tengah Gejolak Pasar
- Jaga Asa Investor di Pasar Modal, MI "Putar Otak" Racik Reksa Dana Moncer
- Di Antara Cemas dan Harap, Ketika Anak Muda Belajar Lebih Terencana dengan Reksa Dana
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menjelaskan bahwa lompatan performa reksa dana ini menjadi indikator kuat bahwa produk tersebut masih menjadi pilihan utama masyarakat urban maupun daerah.
"Tingginya pertumbuhan tersebut mengindikasikan bahwa produk reksa dana masih menjadi instrumen investasi yang diminati masyarakat karena relatif mudah diakses, memiliki variasi pilihan produk, serta sesuai bagi investor pemula maupun ritel," ujar Muchlasin di Makassar, Rabu (3/6/2026).
Secara umum, OJK mencatat total investor pasar modal di Sulsel pada posisi Maret 2026 mencapai 525.596 SID, atau tumbuh agregat sebesar 57,63% (yoy).
Geliat pasar modal ini terus menunjukkan perkembangan positif. Kondisi tersebut didorong oleh penetrasi akses layanan investasi yang kian inklusif serta masifnya program literasi keuangan, yang pada akhirnya menebalkan kepercayaan masyarakat terhadap investasi jangka panjang.




