Akhirnya Datangi KPK Larut Malam, Ini Kata Silmy Karim

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim akhirnya mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (3/6/2026) malam. Silmy datang usai diburu KPK menyangkut operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta Barat (Jakbar).

Silmy menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan sekitar pukul 22.30 WIB. Ia mengenakan kemeja batik berwarna abu-abu. Tak banyak kata yang disampaikan Silmy jelang diperiksa KPK.

Baca Juga
  • Sempat Diburu, Wamen Imipas Silmy Karim Akhirnya Sambangi KPK
  • Dicari KPK Terkait OTT di Imigrasi Jakbar, Begini Saran Menteri Imipas ke Silmy Karim
  • KPK Buru Wamen Imipas Silmy Karim Buntut OTT di Imigrasi Jakbar
"Saya enggak bawa malah," kata Silmy saat ditanya soal KTP-nya oleh petugas, Rabu (3/6/2026).

Kedatangan Silmy sempat memantik adu mulut dengan awak media yang telah menunggu lama. Sebab, pengawal Silmy mendorong paksa awak media agar memberikan jalan bagi Silmy masuk ke Gedung KPK.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Silmy juga tak menjawab jelas saat ditanya ke mana saja hingga baru menyerahkan diri ke KPK pada larut malam. Ia mengeklaim baru datang usai menuntaskan agenda kegiatan.

"Ya gini aja, menyelesaikan agenda (jadi baru datang sekarang)," ujar Silmy.

Silmy diduga terkait praktik ilegal pengurusan dokumen izin tinggal, termasuk Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) yang berujung OTT KPK.

Sebelumnya, KPK mengungkap terdapat belasan orang yang diciduk dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (2/6/2026). Lewat OTT itu, KPK mengamankan beragam barang bukti.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut OTT awalnya dilakukan di wilayah Jakarta Barat. Kemudian, OTT bergerak ke wilayah Bali dan Jawa Barat.

"Dalam progresnya, ada belasan orang yang diamankan dalam rangkaian kegiatan peristiwa tertangkap tangan kali ini, dan juga barang bukti yang diamankan ada kendaraan, mobil, motor, dan juga barang bukti dalam bentuk uang tunai, valas ada USD dan SGD, dan juga ada dalam bentuk logam mulia emas," kata Budi, Rabu (3/6/2026).

Budi memastikan tim KPK masih bergerak di lapangan. KPK akan memperbaharui serta terus melaporkan perkembangannya. 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenhut perkuat operasi pemadaman karhutla di 4 provinsi Sumatera
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Kasus Anak Ahmad Bahar Dibawa ke Markas GRIB, Polda Metro Gelar Olah TKP di Depok
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Livin’ Mandiri Berbagi, Bersama Kita Saling Menguatkan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia Jadi Sorotan Investor Global di Forum Internasional
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Kejagung Geledah Kantor BGN Lebih dari 12 Jam, Begini Situasinya | SAPA MALAM
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.