jpnn.com, JAKARTA - Langkah cepat Kejaksaan Agung dalam membongkar dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan.
Tindakan tegas ini dinilai sebagai bukti nyata komitmen Korps Adhyaksa dalam mengeksekusi visi besar Presiden terkait pemberantasan korupsi di tanah air.
BACA JUGA: Kantor BGN Digeledah, Dasco Menyinggung Isu Ini
Pengamat politik, Ujang Komarudin, menilai respons cepat yang ditunjukkan oleh pihak Kejaksaan merupakan langkah hukum yang sangat positif dalam mengusut tuntas setiap indikasi penyimpangan di jajaran Kementerian maupun Lembaga (K/L).
"Tentu tugas besar bangsa ini adalah pemberantasan korupsi, dan pak presiden punya tugas itu. Selain janji kampanye tetapi fakta dan kenyataannya kita masih negara korup di dunia. Oleh karena itu, saya melihat dan respons positif bagus, kalau ada dugaan korupsi baik itu di K/L termasuk BGN ya kalau bahasa saya harus dicari bukti-buktinya untuk diseret ke pengadilan," ujar Ujang.
BACA JUGA: Kantor BGN Digeledah Kejagung, DPR Minta Publik Percayakan Seluruh Proses Hukum ke APH
Kecepatan Kejaksaan dalam bergerak di kasus BGN ini juga mempertegas posisinya sebagai institusi penegak hukum utama yang diandalkan oleh kepala negara.
Berbeda dengan lembaga ad hoc, Kejaksaan bergerak di atas rel prosedur formal yang kuat guna memastikan supremasi hukum berjalan tanpa hambatan birokrasi.
BACA JUGA: Perubahan Kepala BGN Tak Mampu Angkat Kurs Rupiah yang Anjlok 127 Poin
Ujang Komarudin mengamati bahwa Presiden secara konsisten menaruh kepercayaan besar kepada Kejaksaan dalam mengawal agenda bersih-bersih pemerintahan.
Rekam jejak Kejaksaan dalam membongkar megakorupsi dan memulihkan kerugian finansial negara menjadi alasan kuat di balik kepercayaan tersebut.
"Selama saya amati pak presiden selama ini menggunakan kejaksaan sebagai institusi resmi bukan ad hoc, artinya ini prosedur formal yang dijalankan oleh presiden ke Kejaksaan untuk mengusut siapapun yang diduga korupsi. Tentu kita apresiasi ketika Kejaksaan di bawah kepemimpinan pak Prabowo sangat berani, bagaimana kasus besar lainnya dapat diungkap oleh Kejaksaan. Dan Kejaksaan pula yang banyak mengembalikan uang ke negara selama ini," urai Ujang.
Aksi cepat di BGN ini diharapkan menjadi standar baku penegakan hukum ke depan.
Langkah Kejaksaan yang menyisir dugaan korupsi hingga ke lembaga baru seperti BGN membuktikan bahwa tidak ada zona aman bagi para pelaku tindak pidana korupsi.
Ujang pun mengingatkan pentingnya pengawasan bersama dari seluruh elemen masyarakat agar momentum positif Kejaksaan ini tetap terjaga pada jalur yang adil dan transparan.
"Kejaksaan juga jangan sampai masuk angin dengan tebang pilih dalam penanganan kasus, karena kehancuran sebuah bangsa adalah ketika penegakan hukum itu belok tebang pilih berpihak. Karena itu kita harus mengawasi bersama langkah Kejaksaan ini untuk membersihkan korupsi di republik ini, baik di K/L maupun di BGN itu sendiri," pungkasnya. (dil/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif




