Tim nasional sepak bola Iran akan menjalani laga uji coba terakhir menjelang Piala Dunia 2026 secara tertutup di Turki pada Kamis (4/6). Setelah itu, skuad Negeri Persia itu akan bertolak ke Meksiko pada Sabtu (6/6).
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menyatakan, meski menjadi salah satu tim yang lebih dulu lolos, partisipasi Iran sempat diragukan sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke wilayah republik Islam itu pada akhir Februari.
Sejak awal konflik, skuad Iran telah menjalani tiga laga uji coba dalam dua pemusatan latihan di Antalya, Turki. Dalam periode itu, Iran kalah dari Nigeria dan meraih kemenangan atas Kosta Rika dan Gambia. Pada Kamis ini, Iran dijadwalkan menghadapi Mali dalam laga persahabatan di kawasan resor pantai Turki tersebut.
“Mengingat pentingnya pertandingan persahabatan tim nasional sepak bola Iran melawan Mali, dan sejalan dengan tujuan taktis pelatih kepala Iran, pertandingan besok melawan Mali akan digelar tanpa penonton dan tanpa kehadiran media,” kata FFIRI dalam pernyataanya, dikutip Reuters, Kamis (4/6).
FFIRI dilaporkan berhasil meyakinkan FIFA untuk memindahkan lokasi pemusatan latihan tim dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko. Dari lokasi tersebut, Iran akan menyeberangi perbatasan untuk menjalani dua laga fase grup awal melawan Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, dan satu pertandingan lainnya menghadapi Mesir di Seattle.
Sementara itu, Pemerintah AS melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan tidak keberatan dengan kehadiran tim Iran di wilayahnya. Namun, AS menegaskan tidak akan mengizinkan pejabat atau staf yang memiliki kaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) untuk ikut dalam rombongan timnas negara itu.
“Jadi kami akan memantau hal itu dengan sangat ketat,” kata Rubio dalam sidang komite DPR AS, dikutip Reuters, Kamis (4/6).
AS dan Kanada, yang bersama Meksiko menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026, mengklasifikasikan IRGC sebagai entitas teroris sehingga individu yang berkaitan dengan lembaga tersebut dibatasi masuk ke wilayah mereka.
Sebelumnya, Presiden FFIRI Mehdi Taj ditolak masuk ke Kanada untuk menghadiri Kongres FIFA pada April karena keterkaitannya dengan IRGC. Sedangkan Iran dijadwalkan memulai laga Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru pada 15 Juni.




