TABLOIDBINTANG.COM - Gisella Anastasia membagikan kabar duka atas kepergian sang Opung, Hermin Siregar, lewat unggahan emosional di Instagram.
Dalam tulisan panjangnya, Gisella mengenang momen terakhir bersama sosok yang begitu berarti dalam hidupnya itu.
“Opung sayang.. nanti ‘Jumpa Lagi’ ya pung,” tulis Gisella dalam unggahan yang dibagikan empat hari lalu.
Penyanyi yang akrab disapa Gisel itu mengaku tak menyangka pertemuannya di rumah sakit pada Rabu (27/5) lalu menjadi momen terakhir bersama sang Opung.
Ia bahkan masih sempat bernyanyi bersama lagu favorit keluarga yang selalu mengundang tawa.
“Ga kepikiran kalo itu akan jd pertemuan terakhir, nyanyian terakhir, dan pelukan terakhir kita berdua saat Opung masih hidup,” tulisnya lagi.
Dalam kenangannya, Gisel menyebut sang Opung sebagai pribadi yang penuh kasih dan tak pernah menghakimi. Sosok tersebut disebut selalu memberikan nasihat dengan lembut dan positif.
“Opung yg paling manis, paling sabar, paling positif pikirannya dan tuturnya... yg ga pernah menghakimi tapi selalu merangkul dengan nasihatnya yg tetap penuh kasih,” ungkapnya.
Tangis dan Syukur dalam Tradisi Batak
Pada unggahan berikutnya, Rabu (3/6) siang, Gisel kembali menceritakan suasana campur aduk yang dirasakan keluarga saat prosesi adat berlangsung.
Meski diselimuti duka, keluarga juga merasakan kelegaan karena sang Opung disebut sudah tak lagi menahan sakit.
“Tidak lepas dari duka kehilangan orang yg kami sayangi, namun juga sedikit kelegaan karena Opung sudah gak sakit lagi dan kami percaya Opung sudah berbahagia pulang ke rumah Bapa di surga,” ungkap Gisel.
Ia juga menjelaskan makna tradisi Batak “saur matua”, yakni ketika seseorang berpulang setelah melihat anak, cucu, dan keluarga besarnya hidup lengkap.
Dalam tradisi tersebut, keluarga tak hanya menangis, tetapi juga mengucap syukur atas kehidupan yang telah dituntaskan dengan baik.
“Mungkin itu sebabnya hari ini dipenuhi doa, pelukan, tangisan, sekaligus tortor dan kebersamaan keluarga,” lanjutnya.
Gisel turut menyoroti tingkah lucu putrinya, Gempita Nora Marten, yang untuk pertama kalinya mengikuti prosesi adat Batak dalam waktu cukup panjang.
“Gemes lihat dia bingung tapi belajar menyesuaikan diri.. bingung kok sedih tapi kok malah ada musik-musik nari-nari,” kata Gisel sambil bercanda menyinggung rambut baru Gempi yang berwarna pink.
Di akhir unggahannya, Gisel mengenang slogan hidup sang Opung yang akan selalu diingat keluarga: “Indah pada waktunya.”




