Media Singapura Soroti Prihantini di Riset Palsu, Singgung Mirip Karakter Kartun Usai Ganti Identitas

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Kasus dugaan riset palsu yang dilakukan Prihantini mendapat perhatian dari media Singapura.

The Straits Times, media Singapura mengatakan kasus Prihantini dalam riset palsu di konferensi Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) di Kopenhagen, Denmark pada 17-21 Mei 2026 memicu terungkapnya berbagai dugaan pelanggaran etika akademik yang sebelumnya tidak diketahui dan diperhatikan oleh publik.

Sosok Prihantini yang kerap berganti identitas dengan mengganti hijabnya saat presentasi di riset palsu ini disebut hampir mirip dengan 'karakter kartun' yang menyebabkan reputasi dunia akademik Indonesia mendapat sorotan hingga internasional.

Prihantini Ganti Identitas di Riset Palsu

Wa Ode Dwi Daningrat dan Ida Bagus Mandhara Brasika merupakan dosen sekaligus peneliti yang pertama kali mengungkap adanya dugaan pemalsuan riset di ISPPD 2026 yang dilakukan oleh Prihantini bersama rekannya, Rifaldy Fajar.

BACA JUGA:Prihantini Kelagapan saat Jawab Pertanyaan di ISSDP Kopenhagen: Tanya ke Tim Leader Aja

Kecurigaan muncul lantaran isi materi yang dipresentasikan dianggap tidak masuk akal dan menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Dwi turut mengamati alumnus UNY yang akrab disapa Tini itu kerap mengubah identitasnya dengan bergonta-ganti hijab untuk menyamar sebagai anggota tim lain.

Menurut Dwi, tindakan yang dilakukan penerima LPDP di ITB tersebut sangat tidak wajar.

"Menurutku itu sangat aneh. Biasanya jika seseorang melakukan presentasi atas nama kolega atau rekan satu tim, mereka hanya mengatakannya. Mereka tidak perlu mengganti tanda nama," kata Dwi, dikutip The Straits Times pada Kamis, 4 Juni 2026.

Prihanti Gelagapan Jawab Pertanyaan dalam Riset Palsu

Dwi bersama teman-teman akademisi lainnya yang menghadiri konferensi di Kopenhagen, Denmark melontarkan beberapa pernyataan kepada Tini.

BACA JUGA:Rifaldy Lempar Kesalahan ke Prihantini, Mulai Cuci Tangan?

Sayangnya, Prihantini justru kesulitan menjawab pertanyaan mendasar mengenai penelitiannya sendiri.

Di klaim bahwa dalam penelitian Prihantini melibatkan lokasi yang tersebar luas, seperti Pegunungan Andes Peru, Lebanon, atau Sudan Selatan.

Prihantini bersama rekannya juga diduga menerima hibah perjalanan (grant) untuk menghadiri konferensi tersebut.

Sementara itu, dikutip dari Instagram Wa Ode Dwi Daningrat @w.o.d.d, Prihantini melempar jawaban dari pertanyaan yang diajukan dosen sekaligus peneliti tersebut.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ukraina Serang Terminal Minyak St. Petersburg di Pembukaan Forum Ekonomi Rusia
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Progres Kinerja BGN Per 1 Juni 2026, dari Jumlah Penerima Manfaat hingga Dugaan Keracunan
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Rumah Tangga Bunga Zainal & Sukhdev Singh Kena Imbas Kasus Penipuan Investasi
• 21 jam lalucumicumi.com
thumb
Begini Nasib eks Kepala BGN yang Ditangkap Kejagung sampai Kena Pasal Berlapis
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Tinjau Fasilitas dan Pelayanan, Dewan Komisaris Pertamina Sambangi SPBU di Bali
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.