Baterai Mobil Listrik Wuling Rusak, Kapan Bisa Klaim Garansi?

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Purwokerto, VIVA - Salah satu hal yang masih sering dipertanyakan calon konsumen mobil listrik adalah soal umur baterai. Harga komponen yang tidak murah membuat sebagian masyarakat masih ragu menggunakan kendaraan listrik dalam jangka panjang.

Karena itu, garansi baterai menjadi salah satu faktor yang cukup diperhatikan saat membeli mobil listrik. Wuling pun menawarkan program lifetime warranty untuk beberapa model EV mereka di Indonesia.

Baca Juga :
Main HP atau Melamun Saat Nyetir, Mobil Ini Bisa Langsung Tahu
Tak Semua Konsumen Siap Pakai EV, Wuling Lihat Peluang PHEV Membesar

Brand Communications Senior Manager Wuling Motors, Brian Gomgom, mengatakan bahwa program tersebut cukup dikenal konsumen Wuling saat ini.

“Kalau orang bicara Wuling EV, salah satu yang mereka ingat itu lifetime warranty,” ujar Brian di Purwokerto, Jawa Tengah.

Namun, menurut dia, masih banyak konsumen yang belum memahami skema garansi baterai kendaraan listrik tersebut.

Brian menjelaskan, mobil listrik Wuling sebenarnya memiliki garansi standar selama delapan tahun atau 120.000 kilometer untuk tiga komponen utama EV, termasuk baterai tegangan tinggi.

“Garansi standarnya itu delapan tahun atau 120.000 kilometer,” kata dia.

Selain garansi standar, Wuling juga memberikan tambahan berupa lifetime warranty. Akan tetapi, perlindungan tambahan itu hanya berlaku untuk pemilik pertama kendaraan.

Artinya, ketika kendaraan dijual ke pemilik berikutnya, maka garansi seumur hidup otomatis tidak ikut berpindah. Meski begitu, pemilik kedua masih mendapatkan sisa garansi standar yang belum habis.

“Kalau mobil dijual di tahun ketiga, maka pemilik berikutnya masih bisa menikmati sisa garansi standar lima tahun,” ujar Brian.

Menurut dia, lifetime warranty dibuat untuk mengurangi kekhawatiran konsumen terhadap penggunaan mobil listrik sehari-hari.

“Kami ingin konsumen tidak terlalu khawatir soal baterai saat memakai mobil listrik,” kata Brian.

Ia menambahkan, kendaraan listrik tetap bisa digunakan meski masa garansi sudah habis, sama seperti mobil bermesin bensin pada umumnya.

“Setelah delapan tahun bukan berarti mobilnya tidak bisa dipakai. Hanya secara administratif garansinya memang selesai,” ujarnya.

Meski menawarkan perlindungan jangka panjang, Wuling tetap menerapkan sejumlah syarat dan ketentuan. Salah satunya berkaitan dengan battery health atau kesehatan baterai.

Penurunan performa baterai dalam batas normal dianggap sebagai hal wajar sehingga tidak dapat diklaim sebagai kerusakan. Namun jika penurunannya terlalu drastis dalam periode tertentu, konsumen dapat mengajukan klaim garansi.

Baca Juga :
Makin Banyak Orang yang Kredit Mobil Listrik
Mengapa Mobil Amerika Sulit Laku di Indonesia? Ini Penyebabnya
Mobil Terasa Lemot di Daerah Pegunungan? Ternyata Ini Penyebabnya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selain Dadan, Kejagung Tahan Sonny dan Lodewyk dalam Kasus Dugaan Jual Beli Titik SPPG
• 20 jam laluokezone.com
thumb
KLB KOWANI Digelar, Dugaan Penyimpangan dan Krisis Internal Jadi Sorotan
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
IHSG-Rupiah Sudah Berdarah-darah, Hari Ini Bakal Lebih Menegangkan?
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tiga Cara Allah Kabulkan Doa
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Camat Kemayoran Apresiasi CT Arsa-Koarmada RI Atas Bantuan ke Korban Kebakaran
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.