JAKARTA, DISWAY.ID - Deretan fakta terbaru Rifaldy Fajar dalam riset palsu yang melibatkan nama Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB).
Ketua tim peneliti, Rifaldy Fajar yang melakukan pemalsuan riset di Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) di Kopenhagen, Denmark mengakui pencatutan nama UMB sebagai afiliasi penelitiannya.
Rifaldy Fajar mencatutkan nama UMB dalam riset palsu tersebut sejak 2024-2026.
Tindakan ilegal itu kemudian menuai kecaman dari pihak kampus dan meminta untuk alumnus UNY tersebut bertanggung jawab.
Melalui pertemuannya dengan pihak kampus, Rifaldy menyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya.
BACA JUGA:Rifaldy Fajar Akui Catut Nama UMB dan Elfiany Syafruddin dalam Riset Palsu, Beberapa Karya Dapat Travel Grant
"Saya mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Universitas Muhammadiyah Bulukumba karena tela melakukan kesalahan saya yaitu mencatut tanpa melakukan konfirmasi secara langsung," kata Rifaldy Fajar, dikutip Kamis, 4 Juni 2026.
Rifaldy Fajar diduga melakukan riset palsu bersama rekannya Prihantini di ISPPD untuk mendapatkan hibah perjalanan menghadiri konferensi tersebut.
Kasus pemalsuan riset terkuak usai Wa Ode Dwi Daningrat dan Ida Bagus Mandhara Brasika menganggap isi materi yang dipresentasikan tidak masuk akal dan menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Setelah kasus tersebut menjadi sorotan publik, terungkap bahwa alumnus FMIPA UNY itu mencatutkan nama UMB di setiap karyanya.
Fakta Terbaru Rifaldy Fajar dalam Riset PalsuBerikut ini deretan fakta Rifaldy Fajar dalam riset palsu yang ditemukannya pencatutan nama Universitas Muhammadiyah Bulukumba di sejumlah karya ilmiah.
1. Catut UMB di 51 KaryaRifaldy diduga membuat penelitian palsu untuk dikirimkan ke berbagai forum internasional dan mempresentasikan risetnya dalam sejumlah ajang konferensi ilmiah.
BACA JUGA:Rifaldy Fajar Terduga Riset Palsu Minta Maaf Ngaku Salah, Bagaimana Nasibnya?
Nama UMB dicatut di 51 karya yang berbeda-beda pada setiap karyanya.
Namun, dalam konferensi ilmiah ISPPD 2026 di Denmark, Rifaldy menegaskan tidak ada penelitian yang terhubung dengan kampus tersebut.
- 1
- 2
- 3
- »





