PR Besar BGN Pasca-Perombakan: Transparansi Tata Kelola dan Bangun Ulang Kepercayaan Publik

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Perombakan besar-besaran di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) membuka babak baru dalam pelaksanaan program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Lewat pencopotan tiga pucuk pimpinan, perhatian publik kini tertuju pada langkah pembenahan yang akan ditempuh jajaran pimpinan baru, di bawah Kepala BGN Nanik S Deyang.

Lantas, apa saja PR besar tersebut?

Transparansi manajemen

Pengamat kebijakan publik Eko Prasojo menilai, BGN perlu memperkuat manajemen implementasi program secara lebih transparan dan akuntabel.

Baca juga: Kasus Eks Kepala BGN Dadan dkk: Penunjukan Mitra SPPG dan Mark Up Anggaran

Sebab, perubahan personel saja belum cukup untuk memulihkan kepercayaan masyarakat, usai Kepala BGN sebelumnya, Dadan Hindayana, dan dua Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung, ditetapkan Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai tersangka.

Tantangan terbesar BGN justru terletak pada pembenahan sistem, mulai dari transparansi pengelolaan program, pengawasan pelaksanaan di lapangan, hingga mitigasi risiko yang memicu penyimpangan maupun kegagalan program.

"Saya pikir perlu proses manajemen implementasi program yang lebih transparan dan akuntabel," kata Eko, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (3/6/2026).

Eko menilai, berbagai teknologi informasi seperti akal imitasi/kecerdasan buatan (AI) dan big data dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sistem pengawasan, sekaligus meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan program.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Zaman sekarang semua sudah bisa lebih mudah dengan pemanfaatan teknologi IT, AI dan Big Data," tutur dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Operasi Patuh 2026: Pelat Nomor Manipulatif Jadi Sasaran
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Megawati Akan ke Dili Terima Penghargaan Tertinggi dari Presiden Timor Leste
• 7 jam laludetik.com
thumb
BI dan Misi Besar Lapangan Kerja
• 12 menit lalukumparan.com
thumb
Aturan Indonesia Mendunia, Negara-Negara Kaya Sampai Swedia Ikutan
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menteri Imipas Dukung Proses Hukum Kasus Silmy Karim di KPK, Siap Buka Akses Data dan Dokumen
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.