"Shift-Shiftan" Meresahkan di Jakbar: Cerita Warga yang Muak dengan Aksi Pak Ogah

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Praktik pungutan liar (pungli) dan pemalakan yang dilakukan oleh pengatur lalu lintas tak resmi atau Pak Ogah di Jalan Raya Kapuk Cengkareng, Jakarta Barat, viral karena meresahkan warga.

Bagi warga sekitar dan para pengendara, aksi premanisme di jalanan ini bukanlah hal baru, melainkan masalah yang tak kunjung usai sejak dahulu.

Ruwetnya arus lalu lintas di wilayah tersebut, tepatnya di Pertigaan Metro, yaitu titik temu antara Jalan Raya Kapuk Cengkareng dan Jalan Kapuk Kamal Raya, justru menjadi ladang bagi sekelompok orang untuk mencari keuntungan dengan cara memaksa.

Baca juga: Warga Sebut Pak Ogah di Kapuk Jakbar Sering Palak Sopir Truk dan Plat Luar Daerah

Viral di Medsos

Keresahan warga ini meledak setelah sebuah video viral diunggah oleh akun Instagram @warga.jakbar.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB itu memperlihatkan tiga orang Pak Ogah tengah beraksi.

Dalam rekaman tersebut, salah satu Pak Ogah nekat mengikuti laju sebuah mobil berwarna silver dan memasukkan tangannya melalui celah kaca kemudi yang sedikit terbuka.

Gestur itu diduga kuat sebagai upaya paksa untuk meminta sejumlah uang dari sang sopir.

Baca juga: Warga Resah Ulah Pak Ogah di Kapuk Jakbar: Sudah Lama dan Terjadi Setiap Hari

Pantauan Kompas.com di lokasi kejadian pada Rabu (3/6/2026) pun membuktikan tindakan ini.

Terdapat empat orang Pak Ogah yang mengatur lalu lintas sambil menahan laju kendaraan dari arah lain.

Terlihat beberapa kali mereka mengetuk-ngetuk kaca mobil yang melintas apabila pengemudi enggan memberikan uang.

Incar Truk Logistik

Rafli (24), warga setempat, mengungkapkan bahwa praktik ini adalah pemandangan sehari-hari yang sudah ada sejak dulu.

Baca juga: Kalau Memang Di Situ Macet Seharusnya yang Jaga Polisi Bukan Pak Ogah

"Dari dulu itu udah lama ada, mereka dari siang udah ada, tapi enggak seramai kalau sore sama malam, pas macet soalnya," kata Rafli saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu (3/6/2026).

Menurut Rafli, sasaran empuk para Pak Ogah ini sebenarnya adalah kendaraan besar, terutama truk logistik berpelat luar daerah.

"Setiap hari itu mah, biasanya maksa-maksa truk seringnya, atau kadang angkot. Kalau mobil pribadi sebenarnya jarang si, lagi kepepet aja kali dia sampai maksa mobil pribadi," tuturnya.

Tania (26), warga lainnya membenarkan bahwa kelompok Pak Ogah di pertigaan Metro itu berkelompok dan bekerja secara bergantian.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 124 Pak Ogah Sepanjang April 2026


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pecah Rekor! Pendaftar OSN 2026 Nyaris Tembus 1 Juta Siswa
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
2 Pemuda di Bekasi Ditangkap Polisi saat Hendak Tawuran, Sajam Disita
• 3 jam laludetik.com
thumb
Pria Kiaracondong Bandung Terluka Parah Digigit Ular Sanca Saat Evakuasi di Sungai
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Aksi Prabowo Bawa Ayam Goreng MBG, Sebut jika 1 Ekor Dipotong Jadi 14, Berarti Dosa
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Grebek Sabung Ayam, Polisi Hanya Temukan Arena Judi
• 18 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.