Menembus Gang Sempit Jakarta: Saat Layanan Kesehatan Mengetuk Pintu Rumah Warga...

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperluas cara pelayanan kesehatan dengan menghadirkan layanan yang tidak hanya berpusat di puskesmas dan rumah sakit.

Tiga program yang dijalankan adalah JakCare, Pasukan Putih, dan JakAmbulans yang kini juga menjangkau warga hingga ke rumah dan kawasan padat penduduk.

Ketiga layanan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang tidak selalu bisa datang langsung ke fasilitas kesehatan, baik karena kondisi kesehatan, keterbatasan mobilitas, maupun situasi darurat.

Baca juga: Warga Jakarta yang Butuh Curhat Bisa Akses JakCare

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, ketiga layanan tersebut lahir dari kebutuhan untuk memastikan seluruh warga dapat mengakses layanan kesehatan secara lebih mudah.

“Ketiga layanan ini lahir dari kebutuhan untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya tersedia di puskesmas dan rumah sakit, tetapi juga dapat menjangkau warga secara langsung, terutama mereka yang menghadapi keterbatasan akses, mobilitas, maupun kondisi kedaruratan,” ujar Ani saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (4/6/2026).

Mendekatkan Layanan Kesehatan ke Tengah Masyarakat

Ani menjelaskan, ketiga layanan ini punya tugas yang berbeda-beda.

Baca juga: Jaga Kesehatan Warga, Pemprov DKI Hadirkan JakAmbulans, JakCare, dan Pasukan Putih

JakCare adalah layanan konsultasi kesehatan jiwa melalui sambungan telepon.

Warga bisa berbagi cerita dan mendapatkan bantuan awal dari psikolog.

Sementara Pasukan Putih memberikan layanan perawatan bagi warga yang mengalami keterbatasan mobilitas, seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, maupun warga yang sulit mengakses fasilitas kesehatan.

Mereka membantu perawatan dan pendampingan di rumah.

Adapun JakAmbulans menjadi layanan respons cepat untuk kondisi kegawatdaruratan medis.

Baca juga: 28 Puskesmas di Jakarta Kini Miliki Layanan Psikolog, Bisa Diakses Melalui Jakcare

Layanan ambulans resmi Pemprov DKI Jakarta yang dikelola Dinas Kesehatan melalui UPT Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) ini dapat diakses secara gratis oleh warga ber-KTP atau KK DKI Jakarta maupun masyarakat yang sedang berada di wilayah Jakarta dan mengalami kondisi darurat.

“Kehadiran layanan yang mendatangi warga menjadi penting karena tidak semua masyarakat mampu datang sendiri ke fasilitas kesehatan,” katanya.

Pemprov DKI membagi kebutuhan kesehatan masyarakat ke dalam kelompok warga sehat, berisiko, dan sakit.

Baca juga: Bantargebang Batasi Pembuangan Sampah pada 1 Agustus, Komisi D DPRD DKI Kejar Penanganan Sampah Organik

Jika warga yang sehat masih dapat datang ke puskesmas dan warga sakit bisa memperoleh perawatan di rumah sakit, terdapat kelompok masyarakat yang membutuhkan layanan langsung di rumah karena keterbatasan mobilitas, kondisi ketergantungan, maupun kebutuhan rehabilitasi jangka panjang.

“Melalui JakCare, Pasukan Putih, dan JakAmbulans, Pemprov DKI Jakarta ingin memastikan layanan kesehatan hadir secara lebih inklusif, merata, dan responsif. Warga tidak harus selalu datang ke fasilitas kesehatan, dalam kondisi tertentu, layanan kesehatan juga harus mampu hadir langsung ke tengah masyarakat,” katanya.

Ribuan Warga Sudah Memanfaatkan Layanan

Sejak berjalan, layanan ini sudah banyak dipakai warga.

Pada triwulan pertama 2026, JakCare menerima sebanyak 9.417 panggilan.

Baca juga: DPRD DKI: Program Satu RT Satu APAR Belum Cukup Cegah Kebakaran Besar

Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan mental yang mudah diakses.

Sementara Pasukan Putih hingga 20 Mei 2026 telah melakukan kunjungan awal kepada 55.642 warga atau sekitar 92,35 persen dari total sasaran sebanyak 60.250 orang yang terdata melalui SiCarik dan pendataan manual.

Di sisi lain, layanan ambulans Dinas Kesehatan mencatat aktivitas yang cukup tinggi.

Berdasarkan data tahun 2025 hingga Maret 2026, jumlah layanan mencapai lebih dari 8.000 kegiatan setiap bulan.

Baca juga: DPRD DKI Nilai Mitigasi Pemprov Lemah Usai Kebakaran Berulang di Kemayoran

Layanan tersebut mencakup penanganan kegawatdaruratan, bantuan bagi warga yang mengalami kesulitan mobilitas, hingga dukungan kesehatan lainnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebagian besar permintaan masih masuk melalui telepon dan WhatsApp, sedangkan akses melalui aplikasi JAKI dan JakSehat rata-rata mencapai sekitar 65 panggilan per bulan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Ingatkan MBG tidak Boleh Jadi Sarana Memperkaya Oknum
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Wamenimipas Silmy Karim Sudah Pakai Baju Oranye, Tersangka?
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tanggapi Nota Pembelaan Nadiem Makarim, JPU: Ini Murni Penegakan Hukum
• 38 menit lalujpnn.com
thumb
Yenny Wahid Terpilih Jadi Ketua Umum KOWANI, Awali Babak Baru Organisasi Perempuan Indonesia
• 48 menit lalukompas.tv
thumb
Janice Tjen Mulus ke Perempat Final Sektor Ganda Birmingham Classic
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.