Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) masih melakukan penelaahan dan penanganan secara internal peristiwa mahasiswa kepergok ciuman sesama jenis di kampus. PNJ memastikan akan bersikap profesional, objektif dan proposional dalam menangani kasus tersebut.
"Proses penyelesaian internal PNJ menegaskan bahwa proses penelaahan dan penanganan internal masih berlangsung. Kasus ini sedang ditelaah oleh Komisi Disiplin serta unit terkait sesuai kewenangan masing-masing dan ketentuan yang berlaku di lingkungan PNJ," tulis keterangan resmi PNJ yang diterima Kamis (4/6/2026).
"Dalam menangani dugaan pelanggaran tersebut, PNJ berkomitmen untuk bertindak secara profesional, objektif, dan proporsional dengan tetap mengedepankan asas kehati-hatian, keadilan, praduga tak bersalah, serta penghormatan terhadap hak-hak setiap pihak yang terlibat," lanjutnya.
PNJ mengimbau mahasiswa dan civitas akademika kampus, serta masyarakat untuk tidak menyebarluaskan video peristiwa mahasiswa kepergok ciuman sesama jenis. PNJ meminta privasi keduanya untuk dihormati.
"Imbauan menjaga ruang digital sehubungan dengan beredarnya berbagai dokumentasi visual di media sosial, PNJ mengimbau seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas untuk menghentikan penyebaran foto, video, maupun informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut," demikian pernyataan PNJ.
"Menghormati privasi pihak-pihak yang terlibat serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Menjaga ruang digital yang sehat, etis, dan bertanggung jawab," lanjutnya.
Selain itu, PNJ juga mengajak seluruh pihak untuk lingkungan kampus tetap tertib dan kondusif. PNJ meminta masyarakat mempercayakan penyelesaian persoalan oleh pihak kampus.
"Percayakan proses penanganan dan penyelesaian kasus kepada otoritas resmi kampus sesuai mekanisme yang berlaku. PNJ mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga suasana kampus yang aman, tertib, saling menghormati, serta menjunjung tinggi etika akademik. Institusi akan menangani setiap laporan dan dugaan pelanggaran secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku dengan tetap menghormati hak seluruh pihak yang terlibat," imbuhnya.
Sebelumnya, ayah mahasiswa PNJ berinisial ARM minta maaf hingga bersujud di hadapan pihak kampus atas perbuatan anaknya. Dalam video yang beredar di media sosial, kedua pelaku ciuman sesama jenis tampak dikerumuni mahasiswa PNJ pada Selasa (2/6) malam di kampus PNJ, Depok.
Ayah pelaku hanya bisa menunduk dan berulang kali memegang kepala saat ARM memberi penjelasan di depan mahasiswa dan pihak kampus PNJ. Ayah ARM kemudian berdiri dan meminta maaf terhadap seluruh mahasiswa dan pihak PNJ.
"Saya mohon maaf sama institusi yang hebat ini, saya mohon maaf untuk semuanya. Malu saya," ujar ayah ARM sambil bersujud.
Kepala Humas PNJ Andhika Rizkyansyah membenarkan kehadiran ayah ARM kemarin malam. Dia juga membenarkan ayah pelaku sempat sujud dan meminta maaf.
"Sesuai video yang ada di media, sepertinya demikian. (Yang sujud) ortu mahasiswa, bukan yang eksternal," ujar Andhika saat dimintai konfirmasi, Rabu (3/6).
(dek/rfs)





