Daya Beli Melemah, Pengembang Bidik Pemburu Rumah Mewah

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Ketidakpastian ekonomi global dan perlambatan daya beli yang masih membayangi pasar properti nasional, ternyata belum menggoyahkan minat pengembang menggarap segmen hunian super premium. Sebaliknya, sejumlah pengembang justru mulai membidik pasar ultra high net worth (UHNW) yang dinilai lebih tahan terhadap gejolak ekonomi dan memiliki kebutuhan hunian yang semakin spesifik.

Fenomena tersebut terlihat dari peluncuran Island Villa di NavaPark BSD City. Peluncuran Island Villa menandai langkah pengembang NavaPark untuk masuk ke pasar hunian ultra-premium, setelah sebelumnya sukses mengembangkan sejumlah produk residensial kelas atas di kawasan yang sama.

Head of Marketing & Business Development NavaPark Wanto Ngali mengatakan, perusahaan mulai menggarap pasar high-end sejak 2020 dan mendapat respons positif dari pasar. Tak ayal, perusahaan lantas melangkah ke segmen yang lebih eksklusif. 

"Kami mencoba masuk ke pasar yang bisa dibilang blue ocean, yaitu pasar yang sangat niche dan sangat kecil, yakni ultra high net worth," ujarnya dalam peluncuran Island Villa di Kawasan BSD City, Tangerang, Rabu (3/6/2026). 

Wanto menjelaskan, kelompok UHNW di Indonesia diperkirakan hanya mencakup sekitar 0,005% dari populasi. Meski jumlahnya sangat terbatas, kelompok tersebut memiliki ekspektasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan segmen pembeli properti pada umumnya.

Oleh karena itu, Island Villa hadir dan dirancang sebagai produk yang tidak mudah direplikasi. NavaPark mengusung konsep "living in a green ocean" dengan menghadirkan kawasan hunian yang berada di tengah area botani seluas 10 hektare pada proyek terbaru ini. 

Baca Juga

  • Harga Rumah Mewah di RI Makin Mahal Imbas Tarif Trump
  • Kebakaran Hutan di Los Angeles Sebabkan 1000 Rumah Mewah Hangus
  • Bangun Proyek Rumah Mewah di Bali, GOLF Bidik Marketing Sales Rp257 Miliar

Menurutnya, konsep utama yang ditawarkan bukan sekadar rumah mewah, melainkan pengalaman hidup yang menyatu dengan alam. "Produk ini kami buat sebagai one of a kind. Sesuatu yang unik, tidak bisa direplikasi dan tidak bisa diproduksi kembali," katanya.

Wanto menegaskan, pengembangan Island Villa juga merupakan eksperimen sekaligus langkah berani bagi pengembang yakni Sinar Mas Land bersama Hongkong Land, karena membutuhkan investasi yang besar dengan tingkat kepadatan yang sangat rendah.

Selain menjual rumah, Wanto menyebut Island Villa juga menawarkan nilai emosional dan simbol pencapaian bagi para pemiliknya. Menurutnya, konsumen UHNW tidak hanya membeli properti, tetapi juga lingkungan eksklusif yang dihuni kalangan dengan profil serupa.

"Ini bukan sekadar produk. Ada emotional bonding yang kami bangun. Bagi segmen ini, rumah juga menjadi simbol pencapaian dan representasi kesuksesan," katanya.

Dari sisi pasar, Wanto mengakui masih banyak pihak yang meragukan kemampuan kawasan Serpong untuk menyerap hunian dengan harga di atas Rp100 miliar. Namun, menurut dia, permintaan dari kalangan berdaya beli tinggi justru terus berkembang.

Dia menyebut, sebagian besar pembeli berasal dari Jakarta dan kawasan sekitarnya yang mencari hunian lebih luas dengan lingkungan hijau. Selain itu, banyak pembeli merupakan pelanggan lama NavaPark yang melakukan upgrade rumah seiring perkembangan bisnis mereka.

"Kami melihat banyak repeat order. Mereka sebelumnya membeli produk NavaPark, lalu seiring pertumbuhan bisnis dan kekayaan mereka, mereka mencari rumah yang lebih besar dan lebih eksklusif," tuturnya.

Wanto menambahkan, sebagian pembeli juga merupakan individu yang telah memiliki properti di luar negeri seperti Singapura sehingga relatif terbiasa dengan harga hunian premium. 

Meski nilai tukar rupiah sempat berfluktuasi dalam beberapa waktu terakhir, dia memastikan kondisi tersebut tidak banyak memengaruhi keputusan pembelian segmen UHNW. "Pasar ini sudah memiliki bujet untuk rumah yang mereka inginkan. Jadi bukan karena rupiah melemah lalu mereka membatalkan pembelian. Mereka mencari produk yang sesuai ekspektasi," tuturnya.

Bahkan, lanjut Wanto, sebelum peresmian dilakukan, respons pasar terhadap Island Villa disebut cukup kuat. Dari 12 unit tahap awal yang dipasarkan, sebanyak enam unit telah terjual dalam waktu sekitar tiga pekan.

Adapun Island Villa dikembangkan di atas lahan sekitar 8 hektare dengan total 35 unit yang terdiri atas 30 unit tipe premium dan lima unit tipe signature. Dari sisi produk, Island Villa menawarkan dua tipe hunian. 

Tipe premium dibangun di atas lahan sekitar 1.000 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 929 meter persegi, sementara tipe signature berdiri di atas lahan sekitar 1.500 meter persegi dengan enam kamar tidur dan berbagai ruang multifungsi.

Tangguh

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, pasar hunian untuk kelompok UHNW akan tetap bertahan dalam beberapa tahun ke depan meskipun porsinya sangat kecil dibandingkan keseluruhan pasar properti nasional.

"Pasar kaum ultra kaya ini tidak akan hilang meskipun jumlahnya sangat sedikit, hanya berkisar di bawah 0,01 persen," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (3/6/2026). 

Menurut Ali, kemunculan proyek-proyek hunian ultra-premium belakangan ini tidak selalu mencerminkan bertambahnya jumlah individu UHNW di Indonesia. Namun, pengembang melihat segmen tersebut sebagai ceruk pasar yang masih relatif terbuka dan belum banyak digarap. "Ini merupakan niche market yang diambil developer karena belum banyak yang masuk ke segmen ini," katanya.

Dia menilai potensi pasar tetap tersedia, terutama di kawasan elite dan wilayah yang berkembang pesat. Meskipun sangat terbatas, kelompok konsumen ini memiliki daya beli tinggi dan karakteristik yang berbeda dengan pembeli rumah pada umumnya.

Ali menjelaskan bahwa lokasi strategis, privasi, serta fasilitas eksklusif menjadi faktor utama yang dipertimbangkan kelompok UHNW dalam memilih hunian. Bahkan, pada segmen tertentu, harga yang semakin tinggi justru menjadi daya tarik tersendiri selama didukung keunikan produk dan eksklusivitas.

"Golongan ini semakin mahal semakin dicari dengan keunggulan lokasi, privasi serta fasilitas yang umumnya eksklusif," ujarnya.

Di tengah tingginya suku bunga global dan ketidakpastian ekonomi, properti super premium juga masih dianggap menarik bagi kalangan ultra kaya. Menurut Ali, kelompok tersebut relatif tidak terlalu terdampak oleh kondisi ekonomi karena memiliki portofolio investasi yang beragam.

"Naiknya USD malah akan membuat keuntungan bertambah,” katanya.

Produk Pencitraan .....


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Copot Dadan Hindayana, Prabowo: Saya Sedih Terpaksa Ganti Orang yang Saya Percaya
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Timwas DPR: Pelayanan Haji 2026 Lebih Terukur, Jemaah Dapat Fasilitas Memadai
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia Jadi Sorotan Investor Global di Forum Internasional
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
IHSG Hari Ini Berpotensi Melemah, Simak Analisa AADI, BMRI, BUMI, dan MEDC
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Jelang Satu Tahun Berdiri, Mensos Apresiasi Kehadiran Sekolah Rakyat
• 19 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.