JAKARTA, KOMPAS.com - Asap rokok yang seringkali beterbangan di berbagai tempat tak hanya dapat menganggu kesehatan banyak orang, tetapi juga juga dapat menggerus prestasi belajar siswa.
Guru di salah satu SMK Negeri di Jakarta Adam (25) mengatakan, kasus siswa merokok di sekolah masih sering ditemukan, meski tak sebanyak dulu.
Berbagai upaya seperti peningkatan pengawasan dan sosialisasi sudah dilakukan pihak sekolah untuk meminimalisirkan kasus merokok pada siswa.
Namun banyak kasus siswa merokok di luar seperti warung-warung dekat sekolah ketika jam istirahat, sehingga sulit untuk diawasi secara langsung oleh guru.
Baca juga: Sisi Lain Masinis Tragedi Bintaro 1987: Mbah Slamet Pernah Jualan Rokok di Stasiun Kutoarjo demi Sambung Hidup
Bagi Adam, persoalan siswa merokok merupakan hal serius yang harus segera ditangani atau dicarikan solusinya.
Sebab, guru itu menilai dampak rokok tidak hanya menggerogoti paru-paru siswa, tetapi juga berpotensi memperburuk prestasi belajarnya.
"Kebiasaan merokok dapat berdampak negatif terhadap prestasi dan kedisiplinan siswa. Siswa yang merokok cenderung lebih berisiko melanggar aturan sekolah, kurang fokus dalam belajar, dan memiliki pola hidup yang kurang sehat," tutur Adam ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (3/6/2026).
Sementara psikolog Gloria Siagian juga menilai bahwa kebiasaan merokok dapat memengaruhi perkembangan anak, karena efek kecanduan.
Baca juga: Rela Tahan Lapar demi Nikotin: Potret Buram Fenomena Pelajar Merokok
"Hal ini bisa memengaruhi konsentrasi mereka di kelas. Jika sudah kecanduan, mereka akan merasa tidak bisa konsentrasi atau tidak bisa bekerja tanpa merokok," ucap Gloria ketika dihubungi Kompas.com, Rabu.
Jika selalu tak berkonsentrasi ketika belajar di kelas, maka akan berpengaruh terhadap hasil nilai akademiknya.
Namun, kata Gloria, semua itu tergantung dari karakter siswa masing-masing, sehingga tidak bisa dipukul rata.
Banyak siswa yang tetap bisa berprestasi karena rajin belajar, meski mereka sudah kecanduan rokok, tetapi juga ada yang sebaliknya.
Baca juga: Kepsek Tampar Pelajar Merokok Dinonaktifkan, 630 Siswa SMAN 1 Cimarga Mogok Kembali Sekolah
Pengamat Pendidikan dari Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (Kornas JPPI) Ubaid Matraji, juga sepakat bahwa kebiasaan merokok dapat menurunkan kapasitas kognitif siswa.
Kandungan nikotin yang ada di dalam rokok disebut dapat merusak perkembangan korteks prefrontal otak remaja yang bertanggung jawab atas konsentrasi, pengambilan keputusan, dan kontrol diri.
"Akibatnya jelas penurunan daya tangkap belajar, absensi tinggi karena masalah kesehatan, dan hilangnya fokus akademis," ujar Ubaid ketika dihubungi Kompas.com, Rabu.





