Harga Minyak Turun Tipis setelah Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak dunia turun tipis menyusul kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Gencatan senjata ini dilakukan dengan syarat pasukan Hizbullah juga menghentikan total serangan. 

Harga minyak Brent turun 0,8% menjadi US$ 97,03 per barel. Sementara West Texas Intermediate turun 0,6% menjadi US$ 95,41 per barel.

Penghentian perang sementara ini akan menghilangkan salah satu hambatan utama dalam perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sebab seperti yang diketahui, pasukan Hizbullah memiliki dukungan langsung dari Teheran.

Sementara itu, Washington dan Teheran telah menyepakati kerangka dasar untuk memperpanjang gencatan senjata mereka selama dua bulan dan membuka kembali Selat Hormuz. Kendati demikian, perincian negosiasi masih berlangsung lambat, dibarengi dengan adanya bentrokan baru juga kembali terjadi. 

“Belum ada kemajuan nyata yang dicapai dalam perundingan tersebut. Iran siap menargetkan sasaran di dalam wilayah Israel jika serangan terhadap Beirut terus berlanjut,” kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dikutip dari Bloomberg, Kamis (4/6).

Harga minyak sebelumnya telah bergerak naik karena kondisi konflik di Timur Tengah mengurangi optimisme atas tercapainya kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata saat ini, dan berpotensi menutup kembali arus pengiriman melalui Selat Hormuz.

Di tengah negosiasi yang berkepanjangan, cadangan pasokan dunia semakin menipis dengan cepat. Data Pemerintah AS menunjukkan stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman WTI, turun untuk minggu keenam berturut-turut hingga mendekati level minimum operasional.

Kepala riset komoditas di Westpac Banking Corp, Robert Rennie mengatakan, meskipun gencatan senjata Israel-Lebanon dapat mengurangi risiko kenaikan harga dalam jangka pendek, selama Selat Hormuz secara teknis masih tertutup, harga minyak mentah Brent kemungkinan melonjak. Lompatannya bisa menyentuh US$ 130 per barel pada kuartal keempat ketika persediaan global semakin mengetat.

“Pasar seolah tidak menyadari situasi, bahkan ketika kita bergerak cepat menuju pengetatan agresif di pasar minyak mentah dan produk turunannya,” ujarnya.

Fokus utama pasar minyak tetap tertuju pada jalur perairan penting tersebut, yang biasanya dilalui seperlima pasokan minyak mentah global. Kelumpuhan efektif pada titik sempit itu akibat blokade ganda oleh Teheran dan Washington telah mendorong harga bahan bakar lebih tinggi, karena pergerakan kapal masih terbatas.

Sementara itu, DPR AS yang dipimpin Partai Republik memberikan suara untuk menghentikan perang AS dengan Iran, menunjukkan bahwa kekhawatiran atas konflik tersebut mulai meluas di dalam partai presiden sendiri lima bulan menjelang pemilu paruh waktu. 

Pemungutan suara itu tidak akan menghentikan serangan militer Amerika terhadap Republik Islam tersebut, karena Senat masih harus meloloskan resolusi itu dan ketentuan dalam War Powers Act 1973 yang digunakan DPR juga secara hukum masih kontroversial.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspadai 3 Tanda Kolesterol Tinggi di Tubuh: Kenali Gejalanya Sebelum Terjadi Komplikasi
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penjara Remaja Jadi Senjata Baru Swedia Lawan Kejahatan Geng
• 10 jam laludetik.com
thumb
Silmy Karim Ditahan KPK, Istana Bakal Segera Copot Jabatan Wamen Imipas
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Israel Gebrak Rencana Perluasan Pendudukan Gaza, Ini Respons Pemerintah
• 6 jam laludisway.id
thumb
KPK Tetapkan Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Pemerasan dan Gratifikasi
• 7 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.