Israel Gebrak Rencana Perluasan Pendudukan Gaza, Ini Respons Pemerintah

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Indonesia mengecam rencana Israel memperluas pendudukannya hingga mencakup sekitar 70 persen wilayah Gaza. 

Menurutnya, langkah tersebut merupakan tindakan ilegal yang bertentangan dengan upaya mewujudkan perdamaian serta solusi dua negara bagi Palestina.

Isu tersebut turut dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6).

BACA JUGA:Menlu Sugiono Bersyukur 9 WNI yang Diculik Israel Pulang dalam Keadaan Sehat

“Kita tetap dalam posisi menolak dan mengecam rencana tersebut. Itu juga tadi yang jadi bahasan antara pertemuan Pak Presiden dengan Menlu Fidan bahwa ini adalah langkah-langkah ilegal yang dilakukan oleh Israel,” kata Sugiono di Jakarta, ditulis Kamis (3/6).

Lebih lanjut, Menlu menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mengadvokasi perdamaian dan kemerdekaan Palestina.

“Itu tadi kita harus stop, karena bagi kita intinya menjadi garis bawah adalah Palestina harus merdeka dalam kerangka solusi dua negara,” tegas Sugiono.

Kunjungan Menteri Luar Negeri Turki ke Indonesia menjadi momentum bagi kedua negara untuk membahas langkah-langkah yang dapat mempercepat terwujudnya perdamaian di kawasan, khususnya di Gaza.

BACA JUGA:Alhamdulillah 9 WNI yang Ditahan di Israel Tiba di Tanah Air, Menlu Sugiono Desak PBB Bertindak

Sugiono menyampaikan bahwa perkembangan konflik di Timur Tengah telah mengalihkan perhatian dunia internasional dari perjuangan rakyat Palestina di Gaza. Karena itu, Indonesia mendorong agar fokus global kembali diarahkan pada upaya penyelesaian konflik yang telah berlangsung berkepanjangan.

“Kita ingin kembali fokus untuk perjuangan di Palestina, di Gaza. Dengan perang yang terjadi saat ini di Iran, semuanya terhenti. Kita harus kembali ke sana (Gaza) dan untuk itu kita harus juga cari cara-cara untuk menyelesaikan konflik ini,” ujar Sugiono.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Turki Recep Tayyip Erdoğan beserta Pemerintah Turki atas dukungan yang diberikan dalam proses pemulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Hubungan erat antara Indonesia dan Turki mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai negara di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

BACA JUGA:9 WNI yang Sempat Ditangkap Israel Tiba di Istanbul, Relawan Global Sumud Flotilla Video Call dengan Menlu

Menurut Sugiono, politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan netral mengharuskan Indonesia untuk hadir dalam berbagai forum internasional serta menjalin hubungan baik dengan semua pihak.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dadan Hindayana Cs Ditangkap Kejagung, Tiyo Ardianto Ungkit Lagi Istilah MBG Maling Berkedok Gizi
• 3 menit laludisway.id
thumb
PDIP dan Fretilin Perkuat Dialog Demokrasi, Hasto Sebut Punya Platform Inklusif Sama
• 28 menit lalujpnn.com
thumb
Menteri Hukum Supratman Serahkan Penanganan Kasus Mantan Pimpinan BGN kepada Kejaksaan Agung
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Erin Bantah Tekan ART yang Jadi Saksi dalam Kasus Dugaan Penganiayaan
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Demi Anggaran Negara, Pakar Dukung Kejagung Usut Tuntas BGN Hingga ke Daerah
• 3 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.