JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo menetapkan empat program prioritas yang akan menjadi fokus dalam 100 hari kerja pertamanya setelah resmi memimpin wilayah Jaksel.
Empat program tersebut meliputi penataan kawasan dan lingkungan, pengendalian banjir, penataan lokasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penanganan kemacetan di sejumlah titik.
"Empat program prioritas tersebut meliputi penataan kawasan dan lingkungan, pengendalian banjir, penataan lokasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penanganan kemacetan di sejumlah titik wilayah Jakarta Selatan," kata Syafrin di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, dikutip dari Antara, Kamis (4/6/2026).
Baca juga: Harga Pangan Naik, Pedagang Warteg di Jaksel Enggan Naikkan Harga, Pilih Pangkas Porsi
Syafrin akan melanjutkan berbagai program pembangunan yang selama ini telah berjalan di Jakarta Selatan sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta.
Berbagai program yang sudah berjalan baik akan dipertahankan dan ditingkatkan demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
"Selanjutnya, sesuai amanah Bapak Gubernur, saya tentu akan terus melanjutkan program-program yang sudah ditetapkan oleh Bapak Gubernur untuk wilayah Jakarta Selatan," ujarnya.
Selain fokus pada penataan kawasan dan lingkungan, Syafrin juga menaruh perhatian pada penataan lokasi UMKM agar semakin tertib dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi warga.
Di bidang kebencanaan, pengendalian kawasan rawan banjir menjadi salah satu agenda yang akan segera dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Baca juga: Cuaca Jakarta Rabu Ini Didominasi Berawan, Jaksel Diprediksi Hujan Ringan
Sementara itu, persoalan kemacetan yang masih terjadi di sejumlah ruas jalan Jakarta Selatan juga masuk dalam daftar prioritas.
Syafrin mengatakan akan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mencari solusi yang efektif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.
Ia menilai penyelesaian berbagai persoalan di Jakarta Selatan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Karena itu, pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media akan terus diperkuat.
"Hal-hal yang sudah baik akan kita pertahankan, bahkan terus kita tingkatkan. Tentu dalam hal ini kami tidak bisa bekerja sendiri, melainkan harus bekerja secara kolektif kolegial," kata dia.
Syafrin juga berkomitmen memperkuat komunikasi dengan masyarakat guna mengetahui persoalan yang dihadapi warga sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Baca juga: Pemkot Jaksel Punya Rencana Besar, Tak Lagi Kirim Sampah ke Bantargebang 2027
"Jadi, bagaimana seluruh unsur bergerak bersama, dan kemudian kita berupaya menyelesaikan seluruh permasalahan dengan prinsip solusi yang bermanfaat untuk seluruh masyarakat Jakarta Selatan," ucapnya.
Pada kesempatan itu, Syafrin turut menyampaikan apresiasi kepada Muhamad Anwar atas pengabdian selama memimpin Jakarta Selatan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan.
"Mari kita bersama-sama membangun Jakarta Selatan dengan prinsip ketertiban dan kenyamanan. Mari kita jaga lingkungan kita agar selalu menjadi tempat tinggal yang nyaman," ujar dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




