Mitigasi Risiko Global, Transaksi Olein di JFX Tembus Rp6,48 Triliun

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Aktivitas perdagangan kontrak berjangka minyak sawit atau Olein di Jakarta Futures Exchange (JFX) meroket tajam sepanjang Mei 2026, dipicu tingginya kebutuhan lindung nilai para pelaku industri.

Berdasarkan data JFX, volume transaksi komoditas turunan sawit itu tercatat meningkat hingga 267,75% menjadi 37.437 lot pada pekan ketiga Mei 2026 dengan nilai transaksi yang ikut terkerek mencapai Rp3,83 triliun. 

Secara kumulatif sepanjang 26 April hingga 23 Mei 2026, total volume transaksi Olein menembus 70.246 lot dengan akumulasi nilai transaksi Rp6,48 triliun.

Direktur Utama Jakarta Futures Exchange (JFX) Yazid Kanca Surya menjelaskan peningkatan aktivitas transaksi merefleksikan makin besarnya atensi pelaku pasar terhadap komoditas strategis sektor riil. 

Menurutnya, dinamika pasar minyak nabati global saat ini memaksa pelaku usaha untuk lebih aktif memitigasi risiko di bursa berjangka. 

“Kondisi tersebut membuat pelaku pasar semakin aktif memanfaatkan perdagangan berjangka untuk memperoleh referensi harga dan mengelola risiko usaha,” ujar Yazid dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (4/6/2026). 

Baca Juga

  • Jelang Larangan Ekspor RBD Olein Berlaku, Harga CPO Lanjut Reli
  • TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut 34 Kontainer RBD Palm Olein, Bakal Diselundupkan ke Malaysia
  • Larangan Ekspor RBD Palm Olein, Ini Peran Bea Cukai, Bulog dan BPDPKS

Sebagai informasi, Olein merupakan produk turunan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang dikonsumsi secara luas oleh sektor industri makanan dan minuman (mamin), produk konsumen (FMCG), hingga manufaktur. 

Karakteristik tersebut membuat pergerakan harganya sangat sensitif terhadap rantai pasok, biaya logistik, dan kebutuhan pengolahan global.

Yazid menambahkan sebagai salah satu produsen minyak sawit terbesar, perubahan kondisi pasar internasional akan tecermin dalam aktivitas perdagangan domestik. Untuk itu, kehadiran bursa yang transparan dinilai cukup krusial.

“Fungsi utama bursa bukan hanya menyediakan tempat transaksi, tetapi juga mendukung proses pembentukan harga yang transparan. Dalam perdagangan komoditas, transparansi ini penting sebagai referensi pengambilan keputusan bisnis bagi produsen maupun industri pengguna,” ucapnya.

Di luar performa impresif Olein, JFX mencatat instrumen Penyalur Amanat Luar Negeri (PALN) tetap menjadi kontributor terbesar terhadap total aktivitas perdagangan bursa. 

Sepanjang periode 26 April hingga 23 Mei 2026, volume transaksi PALN dilaporkan mencapai 5,02 juta lot dengan nilai transaksi Rp229,35 triliun.

Sementara itu, instrumen investasi ritel berbasis emas digital turut membukukan performa positif. Sepanjang periode satu bulan tersebut, volume transaksi emas digital di JFX mencapai 33.797 transaksi dengan nilai nominal mencapai Rp87,45 miliar.

Adapun pada segmen perdagangan bilateral, volume transaksi JFX tercatat mantap di posisi 576.567 lot dengan nilai transaksi mencapai Rp3,78 triliun. 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Geledah Kantor BGN Di Jakarta, Ada Apa??
• 23 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Silmy Karim hingga Kakanwil Imigrasi Jabar Dinonaktifkan dari Jabatan usai Ditetapkan Tersangka
• 18 menit laluidxchannel.com
thumb
Cuci Gudang! Jose Mourinho Coret 6 Pemain Real Madrid, Rodrygo dan Camavinga Masuk Daftar Jual
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Resmi! Maxwell Souza Susul Allano Lima Tinggalkan Persija: Torehan 16 Gol Jadi Bukti Kerja Keras dan Dedikasi
• 1 jam lalubola.com
thumb
WTP ke-15 Kali, DPRD Jabar Dorong Pemprov Tuntaskan Seluruh Rekomendasi BPK
• 21 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.