WASHINGTON, KOMPAS.TV - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menegaskan Israel dan Lebanon bersepakat melangsungkan gencatan senjata.
Namun, dari syarat-syarat yang diajukan, Hizbullah harus menghentikan serangannya ke Israel.
Kesepakatan ini muncul setelah serangan Israel membunuh setidaknya 9 orang di selatan Lebanon pada Rabu (3/6/2026).
Baca Juga: Netanyahu Perintahkan Militer Israel Duduki 70 Persen Wilayah Gaza, Menlu AS: Kami Tak Terlibat
Tak tinggal diam, Hizbullah juga menembakkan roket ke utara Israel.
“Semua negara menegaskan kembali bahwa masa depan hubungan antara Israel dan Lebanon harus diputuskan oleh kedua pemerintah yang berdaulat,” bunyi pernyataan Deplu AS dikutip dari BBC.
“Mereka menolak setiap upaya, oleh negara atau aktor non-negara mana pun, untuk menyandera masa depan Lebanon.”
Kesepakatan itu juga bergantung pada “evakuasi” semua anggota Hizbullah dari wilayah yang dikuasai Israel di Lebanon selatan, dari Sungai Litani hingga ke perbatasan.
Pernyataan tersebut juga mengatakan bahwa AS akan membantu memandu pembentukan “zona percontohan”.
Pada zona tersebut, angkatan bersenjata Lebanon akan mengambil kendali eksklusif batas wilayah tersebut dengan mengesampingkan semua aktor non-negara.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : BBC
- israel
- lebanon
- gencatan senjata
- hizbullah
- a
- amerika serikat





