IHSG Anjlok Lebih dari 4 Persen, Analis Sebut Pasar Saham Indonesia Alami Krisis Kepercayaan

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok lebih dari 4 persen pada perdagangan Kamis (4/6), dengan pengamat pasar menilai pelemahan tersebut menjadi sinyal krisis kepercayaan investor terhadap pasar domestik.

Saat berita ini ditulis, IHSG tercatat turun 246,14 poin atau 4,14 persen ke level 5.694,91 setelah sehari sebelumnya ditutup di posisi 5.941,07.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan, "Koreksi tajam IHSG hingga menembus level psikologis 6.000 dan ditutup di 5.941 pada perdagangan 3 Juni 2026 menjadi sinyal bahwa pasar sedang mengalami krisis kepercayaan yang cukup serius."

Sentimen Domestik Jadi Sorotan

Hendra menilai tekanan terhadap pasar saham Indonesia tidak hanya dipengaruhi faktor eksternal, tetapi juga diperparah oleh sejumlah sentimen domestik.

Pelemahan nilai tukar rupiah, kekhawatiran terhadap kebijakan ekspor satu pintu, serta berlanjutnya arus keluar dana asing menjadi faktor utama yang mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko di Indonesia.

Menurutnya, kondisi tersebut terlihat kontras karena mayoritas bursa saham di kawasan Asia justru bergerak menguat.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap pasar domestik lebih banyak berasal dari faktor internal dibandingkan eksternal," ujarnya.

Ia menjelaskan pasar cenderung bergerak berdasarkan persepsi terhadap risiko dan prospek ekonomi ke depan, bukan hanya dipengaruhi pernyataan optimistis mengenai fundamental ekonomi.

"Kepercayaan investor merupakan aset yang sangat mahal nilainya. Ketika kepastian kebijakan berkurang dan pelaku pasar kesulitan memproyeksikan arah ekonomi ke depan, investor cenderung memilih menunggu atau bahkan memindahkan dananya ke negara lain yang dianggap lebih stabil," ungkap Hendra.

Dana Asing Keluar Rp67 Triliun

Dari sisi arus modal, investor asing kembali membukukan penjualan bersih (net sell) sekitar Rp864 miliar pada perdagangan Kamis.

Secara akumulatif sejak awal tahun 2026, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia telah mencapai sekitar Rp67 triliun.

Besarnya arus keluar modal tersebut memberikan tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang utama pergerakan IHSG.

Hendra memperkirakan volatilitas pasar masih akan tinggi selama arus keluar dana asing berlanjut dan belum muncul katalis positif yang mampu mengembalikan kepercayaan investor global terhadap pasar Indonesia.

Meski demikian, ia menilai sejumlah saham unggulan kini mulai menawarkan valuasi yang menarik bagi investor jangka panjang setelah mengalami koreksi cukup dalam.

"Oleh karena itu, kemungkinan IHSG masih dapat mengalami tekanan lanjutan dan menguji area psikologis berikutnya di sekitar 5.800 hingga 6.000 sebelum akhirnya menemukan keseimbangan baru dan berpeluang melakukan pemulihan secara bertahap," tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas
• 6 menit laluidxchannel.com
thumb
Rapat Paripurna Istimewa Digelar di Desa Malasari | KOMPAS SIANG
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Editorial MI: Memastikan MBG Bersih dan Akuntabel
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IHSG Merosot 3,48%, Saham Bank Jumbo Kompak Tersungkur
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Terjerat Kasus Korupsi, Silmy Karim Dinonaktifkan dari Kursi Wakil Menteri Imipas
• 5 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.