Tragis! Satu Santri Tewas dalam Dugaan Pembakaran oleh Teman Sesama Santri

eranasional.com
5 jam lalu
Cover Berita

Lombok, ERANASIONAL.COM – Kasus dugaan pembakaran terhadap tiga santri di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.

Video yang diunggah melalui akun Facebook bernama @Tiara Erna BenKinara Cahya memperlihatkan salah satu korban menangis menahan sakit saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Dalam rekaman tersebut tampak sejumlah bagian tubuh korban dibalut perban akibat luka bakar yang dideritanya.

Korban juga terdengar mengeluhkan rasa sakit pada bagian tubuh dan kakinya, sementara anggota keluarga yang berada di dekatnya berusaha menenangkan.

Hingga kini, unggahan itu telah ditonton puluhan ribu kali dan mendapat ratusan komentar serta dibagikan oleh warganet.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan kejadian itu sebenarnya berlangsung pada November 2025, namun baru menjadi perhatian luas setelah video korban beredar di media sosial.

Menurut informasi awal yang diterima pihaknya, terdapat tiga santri yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Mereka diduga disiram bahan bakar sebelum dibakar oleh sesama santri.

Akibat kejadian itu, dua korban mengalami luka bakar serius dan masih menjalani penanganan medis. Sementara satu korban lainnya dilaporkan meninggal dunia.

Joko mengatakan pihaknya segera melakukan penelusuran begitu mengetahui informasi yang beredar.

LPA saat ini masih berupaya mengumpulkan data terkait identitas para korban, kronologi lengkap kejadian, hingga motif yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap,” ujarnya.

Sementara itu, Satreskrim Polres Lombok Tengah mulai menyelidiki dugaan tindak pidana tersebut.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Punguan Hutahaean mengungkapkan bahwa laporan resmi dari orang tua korban baru diterima pada Senin (2/6).

Ia menyebut pihak pelapor dijadwalkan memberikan keterangan kepada penyidik guna membantu proses pengungkapan kasus.

Setelah menerima laporan, polisi langsung mengambil langkah awal dengan memeriksa sejumlah saksi dan melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap fakta-fakta di balik peristiwa tersebut.

“Mulai hari ini kami melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta tindakan penyelidikan lainnya,” kata Punguan. []


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamendagri Ribka Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur DOB Papua Tengah
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Ringkus 2 Spesialis Pencuri Atap Makam Keluarga di Palembang | BORGOL
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
149 Keluarga di Noemuke NTT Kini Nikmati Listrik PLN Selama 24 Jam
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kode Pembagian Uang Korupsi Izin Tinggal WNA: Dari Malaikat, Gitaris sampai Backing Vokal
• 39 menit laluliputan6.com
thumb
Timwas DPR: Pelayanan Haji 2026 Lebih Terukur, Jemaah Dapat Fasilitas Memadai
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.