JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu menjelaskan penyebab munculnya tumpukan sampah yang tampak seperti pulau di perairan Muara Angke, Jakarta Utara, tepatnya di depan jalur kapal Kali Adem.
Pengawas Pesisir Teluk Jakarta Sudin LH Kepulauan Seribu, Supendi, mengatakan tumpukan sampah tersebut terbentuk akibat sampah yang tersangkut pada endapan lumpur di area perairan tersebut.
Ia menilai endapan lumpur itu berasal dari sejumlah muara sungai yang berada di sekitar lokasi.
Baca juga: Saiful Mujani Hadiri Pemeriksaan Dugaan Penghasutan, Ngaku Siap dan Bawa Bukti di Kepala
"Sampah itu dari mana sih? Kalau laut sebenarnya bersih. Semua dari darat lah alirannya, termasuk endapan juga," kata dia saat ditemui Kompas.com, Kamis (4/5/2026).
Ia mengungkapkan, volume sampah yang terbawa aliran sungai meningkat seiring tingginya curah hujan di Jakarta pada beberapa bulan sebelumnya.
"Apalagi bulan Februari kan curah hujan terus ya, hujan tinggi, itu sampah tuh banyak. (Sampah) Terbawa, akhirnya berbenturan dengan gelombang dari laut," ungkap dia.
Meski demikian, Supendi mengakui pihaknya menghadapi sejumlah kendala dalam menangani penumpukan sampah di wilayah pesisir tersebut.
Ia mengatakan, alat berat yang biasa digunakan untuk mengangkut sampah mengalami kerusakan dalam beberapa waktu terakhir sehingga menghambat proses pembersihan.
Baca juga: 2 WN Nigeria Tewas Misterius di Apartemen Jakbar, Polisi Belum Temukan Penyebabnya
"Kalau Januari masih kita tangani ya. Alat berat itu mulai (rusak) Februari-Maret lah ya. Maret ya, mulai kewalahan itu. Sampai sekarang imbasnya. Nah, hampir satu bulan itu kita kurang maksimal penanganannya," kata dia.
Selain itu, luas wilayah pesisir yang harus dibersihkan tidak sebanding dengan jumlah personel yang tersedia.
"Kalau kami kan ya penanganannya soal pantai, pesisir Jakarta ya. Kita kekurangan personel ya. Luas pesisir zona kami dari Kamal sampai ke Cilincing, dengan kondisi personel cuma 50 orang," imbuh Supendi.
Ia melanjutkan, upaya pembersihan sampah telah berlangsung selama tiga hari terakhir. Ia memperkirakan penanganan tumpukan sampah tersebut dapat selesai dalam waktu sekitar satu bulan.
"Kalau estimasi sih satu bulan ya. Dengan alat berat, semoga aja nih dua hari ke depan nih bisa selesai," tambah dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




