Matamata.com - Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta, menerima kunjungan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, di Istana Presiden Nicolau Lobato, Dili, Rabu (3/6/2026). Pertemuan ini dilakukan untuk mengoordinasikan rencana kunjungan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Megawati dijadwalkan berkunjung ke Dili pada Juli 2026 mendatang untuk menerima anugerah "Grand Collar Order of Timor Leste", yang merupakan penghargaan tertinggi dari Pemerintah Timor Leste.
"Kami berbincang hangat dengan Presiden Ramos Horta. Beliau menitipkan salam hangat kepada Ibu Megawati dan menantikan kedatangan beliau di Dili. Presiden juga telah menginstruksikan timnya untuk memastikan lawatan Ibu Megawati berjalan lancar dan sukses," ujar Hasto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/6/2026).
Selain mematangkan rencana kunjungan Megawati, pertemuan tersebut juga membahas upaya penguatan hubungan bilateral kedua negara. Hasto dan Ramos Horta berdiskusi mengenai pentingnya kerja sama antarpartai, kelembagaan politik, serta upaya menjaga pilar demokrasi.
Menariknya, dalam diskusi tersebut, keduanya juga membahas kedekatan ideologis. Ramos Horta menyebut adanya kemiripan antara konsep "Marhaen" yang melekat pada PDIP dengan istilah "Maubere" di Timor Leste.
Sebagai informasi, Marhaen merupakan simbol perjuangan kaum miskin dan rakyat kecil yang dicetuskan oleh Bung Karno. Sementara Maubere, dalam bahasa Tetum, merujuk pada rakyat jelata, petani, dan penduduk asli Timor Leste yang menjadi simbol perlawanan serta identitas nasional.
Di sisi lain, Presiden Ramos Horta turut menekankan pentingnya reformasi pendidikan nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, pendidikan akademis harus diimbangi dengan pengalaman dan keahlian praktis.
Ramos Horta mencontohkan, Timor Leste telah memiliki Human Capital Development Fund sejak tahun 2011. Program ini merupakan mekanisme pemerintah untuk menyediakan pelatihan dan beasiswa demi membangun kapasitas profesional bangsa.
Pertemuan hangat tersebut diakhiri dengan penyerahan cenderamata berupa kain batik dari Hasto kepada Presiden Ramos Horta.
Dalam kunjungan ini, Hasto didampingi oleh sejumlah petinggi PDIP, antara lain Ketua DPP Bidang Organisasi Andreas H. Pareira, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Andi Widjajanto, serta Direktur Luar Negeri Hanjaya Setiawan. (Antara)
- Tayang Hari Ini! Nobody Loves Kay Jadi Suara Perjuangan Gen Z Mengejar Mimpi dan Pembuktian




