Rumor Grab Keluar dari Indonesia, Manajemen Buka Suara

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Grab. (REUTERS/Edgar Su)

Jakarta, CNBC Indonesia - Grab membantah kabar yang menyebut perusahaan berencana hengkang dari Indonesia. Perusahaan menegaskan informasi yang beredar tersebut tidak benar.

"Grab menegaskan bahwa rumor mengenai rencana keluar dari Indonesia adalah tidak benar," ujar Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia, dalam keterangan tertulis yang diterima CNBC Indonesia, Kamis (4/6/2026).

Grab memastikan tetap berkomitmen menjalankan bisnis dan memperkuat kontribusinya di Indonesia. Perusahaan juga menegaskan akan terus mengikuti arah kebijakan pemerintah serta mendukung pengembangan ekonomi digital nasional. Indonesia, kata Neneng, merupakan ekosistem penting bagi Grab.


Pilihan Redaksi
  • Ternyata Bukan Komisi, Ini Alasan Ojol Pilih Aplikasi Grab atau Gojek
  • Banyak Salah Paham Paket Hemat Ojol Dihapus, Ini Kondisi Sebenarnya

"Kami telah hadir untuk Indonesia selama lebih dari 10 tahun dan kami berkomitmen untuk terus bertumbuh dan mengambil peran aktif dalam mendukung kehidupan masyarakat Indonesia," tuturnya.

Neneng mengaskan bahwa Grab akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan.

Sebelumnya, ramai di media sosial soal kabar bahwa perusahaan asal Singapura itu disebut sedang mempertimbangkan untuk mengurangi operasional bahkan keluar dari pasar ride-hailing Indonesia.

Informasi ini diungkap dalam akun Instagram @ecommurz. Rumor tersebut muncul setelah perusahaan disebut tengah mengevaluasi dampak finansial dari rencana komisi layanan sebesar 8% untuk layanan roda dua.

Dari situ, disebutkan bahwa dalam pembahasan internal perusahaan, fokus utama diarahkan pada upaya untuk meminimalkan dampak kebijakan tersebut terhadap bisnis.

Sejumlah opsi yang sedang dipertimbangkan antara lain mengenakan biaya tambahan yang cukup besar kepada konsumen maupun mitra.

Namun, proyeksi internal perusahaan memperingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi menekan permintaan (demand destruction), mengingat kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai semakin menantang, menyusutnya kelas menengah, serta preferensi konsumen terhadap harga yang lebih murah.

Selain itu, salah satu opsi terakhir yang dikabarkan turut dibahas adalah pengurangan sebagian operasi (partial drawdown) hingga kemungkinan Grab keluar dari pasar layanan ride-hailing di Indonesia.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Infrastruktur Data Perkuat Daya Saing Bisnis Ekonomi Digital

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bantah Terlibat, Iran Bilang Rudal Patriot AS yang Hantam Bandara Kuwait
• 2 jam laludetik.com
thumb
Polres Pinrang Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Lewat Sosialisasi KUHAP Baru
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Cara Cerdas Mengejar Tabungan 3 Digit Pertama Meski Gaji Kecil
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Lemhannas Kukuhkan 85 Peserta P3N XXVII, Brigjen Ade Ary Lulusan Terbaik
• 3 jam laludetik.com
thumb
Bung Towel Kritik John Herdman dan Minta Transparansi, Singgung Nama Muhammad Ferarri
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.