Grid.ID – Bagi banyak publik figur, kehilangan akun Instagram berarti kehilangan pundi-pundi rupiah dari endorsement. Namun, hal berbeda dirasakan oleh Wardatina Mawa.
Meski akunnya diretas hingga tiga kali, kesedihan terdalamnya bukan karena urusan materi, melainkan hilangnya ribuan potret kenangan sang buah hati yang tersimpan di sana.
Saksi Bisu Sejak Masa SMP
Akun Instagram yang hilang tersebut bukanlah akun baru. Wardatina mengungkapkan bahwa akun tersebut telah ia bangun sejak dirinya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Selama bertahun-tahun, akun itu menjadi "diari digital" yang merekam perjalanan hidupnya, termasuk momen paling berharga, menjadi seorang ibu.
"Itu akun aku dari SMP. Jadi emang udah banyak banget kenangannya," ungkap Wardatina Mawa di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026).
"Apalagi sama anak aku, ya. Dari awal yang aku bangun itu sampai tumbuh bareng yang sampai sekarang juga tuh hilang juga," lanjutnya.
Baginya, melihat kembali unggahan lama tentang tumbuh kembang sang anak adalah cara untuk mensyukuri perjalanan hidup. Kini, jejak digital itu sirna setelah upaya pemulihan yang dilakukannya berkali-kali menemui jalan buntu.
Ikhlas Soal Rezeki yang Terhambat
Tak dipungkiri, sebagai sosok yang aktif di media sosial, Instagram juga menjadi ladang pekerjaan baginya. Namun, Wardatina menunjukkan kedewasaan sikap dengan tidak meratapi kerugian finansial yang dialaminya. Ia memegang teguh keyakinan bahwa rezeki sudah diatur oleh Sang Pencipta.
"Rezeki juga enggak ada yang tahu ya ke depannya seperti apa. Yang penting aku ikhtiar saja," ucap ibu satu anak itu.
"Kata Allah, Wa yarzuqhu min haitsu la yahtasib, Allah akan memberikan rezeki yang tidak disangka-sangka dari arah yang tidak disangka-sangka," tuturnya.
Menolak Menyerah pada Keadaan
Meski merasa sangat kecewa karena kehilangan memori masa kecil anaknya di dunia maya, Wardatina menolak untuk terpuruk. Ia memilih untuk bangkit dan fokus pada hal-hal nyata yang ada di depannya saat ini, yakni masa depan sang anak dan pendidikannya sendiri.
"Kecewa ya pasti, tapi aku enggak bisa menyalahkan keadaan. Aku harus bisa bangkit dan enggak mungkin aku nge-stuck gitu saja," tegasnya.
"Mohon doanya saja buat semuanya, semoga ada jalan ke depannya," pungkasnya. (*)
Artikel Asli




