Industri otomotif China kembali menunjukkan kedekatannya dengan sektor teknologi. Kali ini, produsen mobil listrik Seres Group dikabarkan tengah menyiapkan merek kendaraan baru hasil kerja sama dengan ByteDance, perusahaan yang dikenal sebagai induk platform TikTok.
Kolaborasi tersebut disebut akan berfokus pada pengembangan kendaraan listrik pintar yang mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Kehadiran merek baru ini diperkirakan akan memperkuat persaingan di pasar mobil listrik China yang semakin ramai diisi pemain teknologi.
Berdasarkan laporan CarNewsChina, merek tersebut akan beroperasi di bawah perusahaan bernama Saidou Technology. Entitas ini sebelumnya dikenal sebagai Landian Technology sebelum menjalani restrukturisasi dan perubahan identitas perusahaan.
Transformasi tersebut terjadi setelah Saidou memperoleh pendanaan sebesar 6,67 miliar yuan atau setara sekitar Rp 15 triliun. Sejumlah investor strategis ikut terlibat dalam pendanaan tersebut, termasuk dana investasi milik pemerintah Distrik Shapingba di Chongqing serta afiliasi produsen baterai raksasa CATL.
Usai restrukturisasi, porsi kepemilikan Seres di Saidou Technology turun menjadi sekitar 33 persen. Sementara itu, investor yang didukung pemerintah daerah kini menjadi pemegang saham terbesar.
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi Seres untuk merapikan struktur bisnis sekaligus memisahkan aset yang dinilai kurang produktif. Dengan demikian, perusahaan dapat lebih fokus mengembangkan kendaraan listrik dan teknologi masa depan.
Baca Juga: Pertumbuhan Melambat, Pabrikan Mobil China Beralih Bidik Pasar Ekspor
Sebelumnya, Seres telah menjalin kemitraan dengan Huawei melalui merek AITO. Lewat kerja sama itu, AITO dikenal dengan teknologi kokpit pintar dan sistem bantuan berkendara yang terintegrasi dengan ekosistem Huawei.
Berbeda dengan AITO, proyek terbaru bersama ByteDance akan menempatkan AI sebagai fondasi utama pengembangan produk. Teknologi yang digunakan berasal dari Volcano Engine, platform cloud dan AI milik ByteDance.
Mobil pertama dari merek baru tersebut dijadwalkan meluncur pada 2026. Model perdananya disebut akan mengusung format crossover yang memadukan karakter sedan dan SUV dalam satu kendaraan.
Konsumen nantinya dapat memilih dua opsi sistem penggerak, yaitu Battery Electric Vehicle (BEV) atau mobil listrik murni, serta Extended Range Electric Vehicle (EREV) yang mengombinasikan motor listrik dengan mesin bensin sebagai penambah daya jelajah.
Produksi kendaraan akan dilakukan di Phoenix Factory, fasilitas manufaktur milik Seres yang saat ini tengah menjalani modernisasi untuk mendukung pengembangan model baru.
Andalkan AI untuk Pengalaman BerkendaraSalah satu daya tarik utama merek anyar ini adalah penggunaan teknologi kokpit pintar berbasis Large Language Model (LLM).
Melalui dukungan Volcano Engine, sistem kendaraan diklaim mampu menghadirkan interaksi yang lebih natural antara pengguna dan mobil. Pengemudi dapat berkomunikasi dengan kendaraan layaknya berbicara dengan asisten virtual yang memahami konteks percakapan secara lebih mendalam.
Pemanfaatan AI generatif juga memungkinkan pengalaman digital yang lebih personal, mulai dari pengaturan fitur kendaraan hingga rekomendasi layanan yang disesuaikan dengan kebiasaan pengguna.
Meski demikian, ByteDance menegaskan keterlibatannya tidak mencakup pengembangan teknologi autonomous driving. Perusahaan akan berfokus pada penyediaan infrastruktur cloud, komputasi, serta sistem AI yang menjadi pusat pengolahan data kendaraan.
Baca Juga: Dulu Diejek, Kini Ditakuti: Kebangkitan Mobil China Bikin Dunia Panik
Strategi tersebut diperkirakan menyasar konsumen muda yang semakin mengutamakan konektivitas dan pengalaman digital dalam kehidupan sehari-hari.
Kemunculan merek baru hasil kolaborasi Seres dan ByteDance juga memperpanjang tren masuknya perusahaan teknologi ke industri otomotif China. Sebelumnya, Huawei telah sukses membangun AITO bersama Seres, sementara Xiaomi kini mulai agresif mengembangkan bisnis kendaraan listriknya sendiri.
Jika peluncurannya berjalan sesuai rencana, pasar kendaraan listrik China akan kembali kedatangan pemain baru yang memadukan teknologi AI generatif, ekosistem digital, dan mobilitas modern dalam satu produk.




