Jember (beritajatim.com) – Uji laboratorium terhadap sampel sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap penyebab keracunan yang dialami puluhan siswa taman kanak-kanak dan pendidikan anak usia dini di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Ada empat sampel yang diteliti Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya, yakni nasi putih, ayam suwir bumbu kuning, ayam suwir bumbu merah, dan tahu crispy.
Sampel nasi dan tahu crispy menunjukkan tidak ada kandungan zat yang membahayakan kesehatan. Sementara itu, sampel ayam suwir bumbu kuning dan ayam suwir bumbu merah mengandung bakteri Staphylococcus aureus.
Bakteri Staphylococcus aureus dapat ditemukan di hidung dan kulit manusia. Bakteri ini sebenarnya tidak berbahaya. Namun, saat pertumbuhannya berlebih atau kekebalan tubuh manusia sedang lemah, bakteri ini dapat menimbulkan infeksi.
Salah satunya adalah menyebabkan toxic shock syndrome yang memicu demam tinggi mendadak, penurunan tekanan darah, sakit kepala, mual, muntah, atau diare, hingga kejang.
Kondisi inilah yang dialami 22 siswa TK Al-Hidayah 01 dan PAUD Qur’an Raudlatul Tulab yang mengonsumsi MBG yang disajikan SPPG Kaliwates 03 di Jalan Teratai, Kelurahan Kaliwates, Rabu (20/5/2026).
Tidak ada korban jiwa. Semua siswa pulih. Namun, Ketua Satuan Tugas MBG dan Pejabat Sekretaris Daerah Jember Achmad Imam Fauzi menyebut insiden ini mempermalukan pemerintah daerah. SPPG Kaliwates 03 akhirnya direkomendasikan untuk ditutup oleh Pemkab Jember.
Menanggapi hasil uji laboratorium tersebut, Fauzi mengatakan, bakteri Staphylococcus aureus hidup di daging yang terkontaminasi akibat cara pengolahan dan penyimpanan makanan yang keliru.
“Jadi ini lebih ke arah proses pengolahan, kebersihan personal, dan lingkungan kerja pengelola,” katanya, Kamis (4/6/2026).
Dengan temuan ini, Satgas MBG Pemkab Jember akan mengintensifkan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh dapur satuan penyedia pemenuhan gizi (SPPG) di Jember. Sebagai awal, 209 SPPG sudah dievaluasi. “Hasilnya akan kami sampaikan nanti ke publik,” kata Fauzi. [wir/kun]




