Bentrokan antara mahasiswa dan polisi pecah di pusat Kota Santiago, Chili, pada Rabu (3/6/2026), saat ribuan mahasiswa menggelar mogok nasional untuk memprotes kebijakan Presiden Jose Antonio Kast. (REUTERS/Pablo Sanhueza)
2/7Polisi anti huru hara menembakkan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa yang berkumpul di Plaza Baquedano dan berbaris di sepanjang Avenida Alameda. (REUTERS/Pablo Sanhueza)
Dalam kericuhan tersebut, sejumlah demonstran dilaporkan ditangkap. Rekaman di lokasi menunjukkan seorang pengunjuk rasa dalam kondisi berdarah saat diseret oleh petugas keamanan. Aksi tersebut memicu ketegangan di pusat ibu kota dan mengganggu aktivitas transportasi umum. (REUTERS/Pablo Sanhueza)
4/7Mogok nasional diserukan oleh federasi mahasiswa Confech. Kelompok tersebut menyatakan kekecewaannya terhadap kebijakan pemerintahan Kast yang dinilai telah melemahkan layanan kesehatan publik, sistem pendidikan, serta berbagai hak sosial. Ketegangan meningkat setelah mahasiswa tetap memulai aksi dari titik yang tidak sesuai dengan rute yang telah disetujui otoritas. (REUTERS/Pablo Sanhueza)
Menurut media lokal, dua stasiun metro utama, Universidad Catolica dan Santa Lucia, sempat ditutup sementara akibat kerusuhan sebelum kembali beroperasi normal. Kehadiran aparat dalam jumlah besar membuat situasi di sejumlah ruas jalan utama Santiago sempat lumpuh. (REUTERS/Pablo Sanhueza)
6/7Salah satu mahasiswa, Yael Fuenzalida, mengatakan para demonstran berjuang mempertahankan hak-hak masyarakat, tidak hanya bagi mahasiswa tetapi juga kelompok lanjut usia. Sementara itu, warga setempat bernama Edison menilai tindakan aparat mengingatkannya pada masa kediktatoran di Chili. (REUTERS/Pablo Sanhueza)
7/7Aksi protes ini terjadi hanya beberapa hari setelah Kast menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya pada Senin (1/6/2026), dengan fokus pada pemberantasan kejahatan, penghematan anggaran, dan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Popularitas Kast sendiri dilaporkan turun dari 57% menjadi 38% sejak mulai menjabat pada Maret lalu. (REUTERS/Pablo Sanhueza)
Add as a preferredsource on Google



