BANDUNG, KOMPAS- Institut Teknologi Bandung melayangkan somasi kepada alumninya, Prihantini, yang diduga terlibat manipulasi riset dalam sebuah konferensi internasional di Denmark. ITB menilai penggunaan nama kampus sebagai afiliasi penelitian oleh Prihantini, yang telah lulus sejak 2022, merupakan pelanggaran etika akademik.
Prihantini adalah salah satu periset Indonesia yang diduga memanipulasi riset dalam konferensi ilmiah internasional ahli pneumonia dunia di Denmark, 17-21 Mei 2026.
Kasus itu ramai dibahas di media sosial selama beberapa hari terakhir. Motif manipulasi riset diduga untuk mendapatkan travel grant atau dana hibah agar bepergian ke luar negeri tanpa mengeluarkan biaya pribadi.
Prihantini menamatkan pendidikan Strata 1 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dia lalu melanjutkan pendidikannya ke Program Magister Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB angkatan 2020. Dia lulus pada tahun 2022.
Dekan FMIPA ITB Aep Patah, Kamis (4/6/2026), mengatakan, hasil penelusuran kampus menunjukkan Prihantini diduga menyalahgunakan nama ITB sebagai afiliasi dalam publikasi risetnya setelah lulus. Hal itu membuat seluruh aktivitas akademiknya tidak lagi terkait dengan ITB.
Menurut Aep, penggunaan afiliasi kampus oleh pihak yang sudah tidak memiliki hubungan akademik dengan ITB merupakan pelanggaran etika akademik. Karena itu, ITB melayangkan somasi kepada Prihantini agar menarik seluruh publikasi yang mencantumkan afiliasi ITB.
"Penyalahgunaan nama ITB ini merupakan pelanggaran etika akademik sehingga ITB memberikan somasi agar yang bersangkutan menarik semua publikasi riset yang menggunakan afiliasi ITB," ujar Aep.
Prihantini belum memberikan tanggapan terkait somasi ITB. Sebelumnya saat dimintai klarifikasi mengenai masalah tersebut oleh UNY, Prihantini menyampaikan permintaan maaf.
Prihantini juga menyatakan, informasi yang beredar di medsos tersebut tidak semuanya benar. Dia disebut sedang menyusun klarifikasi dan penjelasan mengenai informasi yang beredar di medsos.





