Pantau - Indonesia dan Malaysia menegaskan komitmen untuk memperkuat dan memperluas kerja sama di berbagai sektor melalui pelaksanaan Komisi Gabungan Kerja Sama Bilateral (Joint Commission for Bilateral Cooperation atau JCBC) ke-17 yang digelar di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan pertemuan JCBC menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian hubungan bilateral sekaligus memetakan peluang kerja sama baru yang dapat dikembangkan kedua negara di masa mendatang.
“Indonesia dan Malaysia telah sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dalam rangka meningkatkan kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor,” ungkap Sugiono dalam pernyataan pers bersama Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan.
Fokus pada Ekonomi dan Perlindungan Warga NegaraDalam pertemuan tersebut, delegasi kedua negara membahas sejumlah isu strategis, termasuk penguatan hubungan ekonomi dan peningkatan perlindungan warga negara.
Sugiono menjelaskan Indonesia dan Malaysia juga bertukar pandangan mengenai stabilitas kawasan serta upaya bersama dalam mendukung perdamaian dunia melalui kerja sama internasional yang lebih erat.
Menurutnya, kesamaan budaya, bahasa, dan hubungan historis sebagai negara serumpun menjadi modal penting untuk terus memperkuat kemitraan yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.
JCBC Kembali Digelar Setelah Delapan TahunMenteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menyambut positif kembalinya pelaksanaan JCBC yang terakhir kali berlangsung pada 2018.
Ia menilai forum tersebut tidak hanya mempertegas komitmen kerja sama bilateral, tetapi juga menjadi sarana menyelesaikan berbagai isu yang masih menjadi perhatian kedua negara.
“Hubungan antarnegara bertetangga kadang-kadang masih ada simpul yang masih terikat, dan simpul-simpul tersebut yang kita akan uraikan,” kata Mohamad Hasan yang akrab disapa Tok Mat.
Menurutnya, dialog melalui JCBC dapat membantu Indonesia dan Malaysia menyelaraskan visi bersama serta mewujudkan keinginan para pemimpin kedua negara untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.
Pelaksanaan JCBC ke-17 ini merupakan tindak lanjut dari konsultasi bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang berlangsung pada Juli 2025.




